Segala penyesalan di dunia ini dimulai dari kata Ru Guo (Mandarin), If (inggris) dan Jika (Indonesia). Sebenarnya penyesalan adalah buah dari pilihan kita tanpa pemikiran lebih lanjut atau berubahnya pikiran kita karena adanya pilihan lain yang kita anggap "Lebih baik".
Dan kata ini juga akan menentukan langkah kita berikutnya, yang mana adalah lebih penting daripada penyesalan itu sendiri. Jadi apakah langkah kita hari ini?
Apakah akan menghasilkan kata ini lagi dimasa depan ataukah sesuatu yang luar biasa?
Karena hari ini kita masih punya pilihan untuk menjalankan hidup dengan optimis dan penuh syukur serta percaya pada kemampuan kita,
~ By Irfan Utamin ~
Jumat, 12 Maret 2010
Jumat, 05 Maret 2010
Don't Worry, Be Happy
Sometimes just being believe in something that you think right, will make you stronger and happier. Just remember if those things become wrong or going somewhere different than your hopes, remaind yourself that's allright. You can have another one, because you're still alive and the important is......
you're still you
~ By Irfan Utamin ~
you're still you
~ By Irfan Utamin ~
Pelajaran yang berharga dari daun teh
Saat kita minum teh, kita selalu memisahkan daun dengan air teh. Karena walaupun daun teh menghasilkan air yang wangi&sedap, bukanlah daun yang enak untuk dimakan.
Sama seperti masalah dalam kehidupan kita, bila kita "menapis" masalahnya&hanya fokus pada hasilnya, Malah akan memb...awa wangi&warna tersendiri bagi hidup kita melalui prosesnya.
Sudahkah kita membuat teh hari ini?
~ By Irfan Utamin ~
Sama seperti masalah dalam kehidupan kita, bila kita "menapis" masalahnya&hanya fokus pada hasilnya, Malah akan memb...awa wangi&warna tersendiri bagi hidup kita melalui prosesnya.
Sudahkah kita membuat teh hari ini?
~ By Irfan Utamin ~
See the cause clearly

对症下药 - dui zheng xia yao
Pada masa akhir dinasti Han, atau yang lebih dikenal dengan nama Tiga Kerajaan (Three Kingdoms), hiduplah seorang tabib ternama bernama 华佗 - Hua Tuo. Kemampuan mengobatinya sangatlah luar biasa. Namanya pun tersohor di mana-mana.
Suatu hari datanglah 2 orang sakit berobat padanya. Mereka berdua sama-sama menderita penyakit demam. Mereka sama-sama telah mendatangi banyak tabib untuk berobat tetapi tak kunjung membawa hasil. Karena itulah akhirnya mereka mencari Hua Tuo. Setelah memeriksa kondisi kedua pasien ini, Hua Tuo lantas menuliskan 2 buah resep yang berbeda. Mereka berdua pun saling pandang, mereka berdua kebingungan melihat resep ini. Mengapa dengan penyakit yang sama, resep yang diberikan sama sekali berbeda?
Hua Tuo pun tampaknya mengerti akan kebimbangan hati mereka, lantas beliau pun menjawab. "Meski penyakit kalian sepintas tampak sama, tetapi penyebab sakitnya sama sekali berbeda. Bila sebab dari sebuah penyakit tidak sama, maka pastilah obatnya juga tidak sama." Mendengar hal ini. kedua orang itu pun menjadi tenang. Tak lama kedua orang itu pun sembuh dari penyakitnya.
**
Dalam seni pengobatan, terutama pengobatan tradisional China, para tabib umumnya sangat teliti dalam mendiagnosa sebuah penyakit sebelum mereka menulis resep atau memastikan jenis penyakit yang diderita pasien. Mereka akan menggunakan sebuah pengamatan secara menyeluruh. Selain memeriksa denyut nadi si pasien. Para tabib juga akan banyak bertanya mengenai keadaan sehari-hari si pasien. Mengadakan beberapa dialog. Mereka juga akan dengan seksama mengamati wajah si pasien, misalnya mengamati lidah dan mata. Setelah melalui berbagai pengamatan seksama, barulah mereka akan memutuskan obat apa yang sesuai untuk mengobati penyakit pasien tersebut. Hal ini sama dengan seperti yang dikatakan pada kisah idiom di atas. Sebab, bila sumber atau penyebab penyakit itu berbeda, maka obatnya pun akan berbeda, sekalipun sakit yang diderita adalah sama.
Menurut saya pribadi, makna dari idiom ini masih sangat relevan untuk dipakai di jaman sekarang. Tidak hanya dipakai dalam dunia kesehatan, tetapi juga bisa dipakai dalam berbagai aspek kehidupan yang lain. Inilah salah satu alasan mengapa idiom China begitu populer sampai sekarang. Sebagai contoh ada 2 orang yang sama-sama mendapat nilai ujian yang kurang begitu bagus. Bukan berarti keduanya sama-sama membutuhkan tambahan jam belajar. Ada sebuah buku yang mengatakan bahwa kegagalan dalam nilai akademis, bisa disebabkan oleh beberapa hal :
1. tidak teliti
2. tidak belajar
3. tidak selesai
4. ... (lain-lain)
Buku itu lebih lanjut menjabarkan, dari keempat hal di atas dapat disimpulkan kurang lebih solusinya adalah seperti berikut :
- Bila tidak teliti, maka solusi nya adalah meningkatkan ketelitian semisal dengan tidak terburu-buru ketika mengerjakan ujian.
- Bila tidak belajar, maka sangat jelaslah dia tidak akan bisa mengerjakan soal ujian, solusinya adalah belajarlah.
- Bila ada anak yang sudah belajar dengan baik, bisa mengerjakan dengan teliti dan cermat, tetapi tidak selesai. Itu bisa jadi karena bekerja terlalu lama. Sehingga solusi terbaik adalah meningkatkan kecepatan dalam menyelesaikan sebuah soal.
Jadi dari sini kita bisa belajar, bahwa ketika kita mengalami hambatan atau kegagalan dalam hidup, ada baiknya kita mendengar saran-saran dari orang-orang yang pernah jatuh seperti kita. Ada baiknya pula kita membaca buku-buku yang menceritakan perjuangan seseorang untuk bangun dari keterpurukan. Ini baik untuk menambah motivasi dan wawasan kita. Tetapi hendaknya kita lebih teliti dan bijaksana dalam melihat situasi yang sedang kita hadapi. Jangan menelan mentah-mentah metode, cara pandang, atau solusi dari kejadian orang lain tanpa memperhatikan sumber masalah yang sebenarnya. Bisa jadi walau gejala keterpurukan yang dialami adalah sama (misal : kurangnya kepercayaan diri, kesulitan finance, keluarga yang tidak harmonis, dll) tetapi penyebabnya tidak sama. Maka dari itu adalah penting untuk mengenali sebuah masalah sampai ke akar-akarnya. Setelah kita memahami secara mendalam, barulah kita bisa menemukan solusi yang paling tepat.
**
Sebagai Catatan : Hua Tuo adalah seorang tabib yang sangat terkemuka di China. Ia bahkan dianggap sebagai orang pertama di China (atau mungkin di dunia) yang melakukan pembedahan pada manusia hidup. Pada masa itu dikatakan dia menggunakan arak keras sebagai ganti obat bius. Namanya pun dipakai sebagai nama sebuah pabrik pembuatan obat-obat tradisional China yang terkemuka dan sudah ada sejak lama.
Oleh : Wiryanto Zhang
(Diambil dari catatan Wiryanto di Facebook)
Tambahan Tentang Hua Tuo :
Hua Tuo adalah seorang Sinse pada 2000 tahun yang lalu, terkenal dengan “ Sinse yang Lihai”. Hua Tuo lahir di Propinsi Anhui Tiongkok timur, dibunuh oleh pemimpin Caocao pada masa Sam Kok tahun 208 masehi. Menurut catatan sejarah, penyakit Caocao sembuh dengan diobati Hua Tuo, tapi Hua Tuo tidak ingin menjadi sinse tentara Caocao, lalu dia ditangkap dalam penjara dan dibunuh mati.
(Sumber Cat. Tambahan: http://indonesian.cri.cn/chinaabc/chapter17/chapter170401.htm)
Label:
Legenda,
Sketsa Kehidupan,
Tulisan Teman
Promosi Neraka
Suatu hari ada orang yang baik hati meninggal dunia, orang ini kemudian pergi kealam akhirat. Dan di sana dia bertemu dengan hakim akhirat. Setelah bukunya dibuka-buka, hakim akhirat mengatakan, “ Anda orang baik-baik dan mempunyai hak untuk masuk surga. Tetapi special untuk Anda boleh memilih masuk surga atau masuk neraka.”
“Pak Hakim, saya masuk surga saja.”
“Nanti dulu, lihat dulu.”
Besok paginya orang baik-baik ini diajak oleh hakim akhirat melihat-lihat surga. Pintu surge dibuka, wah…sepi. Isinya : pemimpin agama, berdoa, bermeditasi, diam. Dingin, tidak ada keramaian.
“Bagaimana, Anda mau tinggal di sini?” Tanya hakim akhirat.
“Ya, saya mau di sini, Pak Hakim.”
“Nanti dulu, lihat neraka dulu, supaya bisa membandingkan,” Lanjut sang hakim.
Besoknya orang itu diajak masuk neraka. Pintu neraka dibuka. Dia masuk, wah...disko-disko, minum-minum, senang-senang, penuh keakraban, kehangatan. Wah, ini lebih menarik.
“Bagaimana, kamu pilih mana sekarang?”
“Saya di sini saja, Pak Hakim. Di surga sepi, semua berdoa, bermeditasi, dingin-dingin saja, tidak ada keramaian.”
“Ya baik, besok mulai masuk neraka.” Lalu mereka pulang ke kantor hakim akhirat.
Keesokan harinya orang itu diantar masuk neraka. Pintu dibuka dan dia masuk. Begitu dia masuk, pintunya langsung ditutup, dan apa yang terjadi? Api menyala-nyala, orang menangis, tersiksa, mengerikan sekali, merintih-rintih, menjerit-jerit. Lho! Dia kaget. Kemarin tidak begini, mengapa sekarang seperti ini? Hakim akhirat berkata, “ Jangan kaget, kemarin adalah hari terakhir promosi neraka!”
Cerita di atas memang hanya cerita rekaan. Tetapi saya piker, promosi neraka itu sudah sampai juga ke bumi ini. Banyak orang terpikat untuk melakukan kejahatan.
Sumber : Buku Bersahabat dengan Kehidupan
Bhante Sri Pannavaro
(Diambil dari Forum Diskusi Dhamma For Kids, kiriman Lai Agustina)
“Pak Hakim, saya masuk surga saja.”
“Nanti dulu, lihat dulu.”
Besok paginya orang baik-baik ini diajak oleh hakim akhirat melihat-lihat surga. Pintu surge dibuka, wah…sepi. Isinya : pemimpin agama, berdoa, bermeditasi, diam. Dingin, tidak ada keramaian.
“Bagaimana, Anda mau tinggal di sini?” Tanya hakim akhirat.
“Ya, saya mau di sini, Pak Hakim.”
“Nanti dulu, lihat neraka dulu, supaya bisa membandingkan,” Lanjut sang hakim.
Besoknya orang itu diajak masuk neraka. Pintu neraka dibuka. Dia masuk, wah...disko-disko, minum-minum, senang-senang, penuh keakraban, kehangatan. Wah, ini lebih menarik.
“Bagaimana, kamu pilih mana sekarang?”
“Saya di sini saja, Pak Hakim. Di surga sepi, semua berdoa, bermeditasi, dingin-dingin saja, tidak ada keramaian.”
“Ya baik, besok mulai masuk neraka.” Lalu mereka pulang ke kantor hakim akhirat.
Keesokan harinya orang itu diantar masuk neraka. Pintu dibuka dan dia masuk. Begitu dia masuk, pintunya langsung ditutup, dan apa yang terjadi? Api menyala-nyala, orang menangis, tersiksa, mengerikan sekali, merintih-rintih, menjerit-jerit. Lho! Dia kaget. Kemarin tidak begini, mengapa sekarang seperti ini? Hakim akhirat berkata, “ Jangan kaget, kemarin adalah hari terakhir promosi neraka!”
Cerita di atas memang hanya cerita rekaan. Tetapi saya piker, promosi neraka itu sudah sampai juga ke bumi ini. Banyak orang terpikat untuk melakukan kejahatan.
Sumber : Buku Bersahabat dengan Kehidupan
Bhante Sri Pannavaro
(Diambil dari Forum Diskusi Dhamma For Kids, kiriman Lai Agustina)
Label:
Cerita,
Rohani,
Sketsa Kehidupan,
Tulisan Teman
Senin, 15 Februari 2010
"Kebebasan berarti memilih beban Anda"
"Kebebasan berarti memilih beban Anda."
Eudora Welty
Suatu hari anak saya memilih beberapa jenis permainan puzzle, semacam permainan menggabung-gabungka n potongan-potongan gambar. Anak saya kemudian memilih jenis puzzle yang terdiri dari 1.000 keping potongan gambar. Setelah menentukan pilihan, mulailah ia melaksanakan langkah-langkah menyusun keping demi keping puzzle.
Rupanya ia mempunyai strategi menyusun kepingan-kepingan gambar itu. Mula-mula ia membuat kerangka gambar. Kemudian ia mengelompokkan kepingan-kepingan itu berdasarkan warnanya. setelah itu barulah ia menyusun atau meletakkan kepingan-kepingan tersebut pada tempat yang semestinya. Semakin banyak kepingan permainan itu, maka akan semakin sulit dikerjakan.
Sebenarnya ia bisa saja memilih jenis permainan puzzle yang terdiri dari 5 keping, 6, keping dan seterusnya. Tetapi anak saya sengaja memilih permainan yang terdiri dari ribuan keping. Ia beralasan bahwa semakin sulit permainan akan menghasilkan gambar yang lebih berwarna, bernuansa indah, dan lain sebagainya.
Selain memperhatikan anak saya bekerja menyusun potongan gambar itu, saya juga sibuk berpikir. Jika tanggung jawab hidup semakin besar, mungkin kehidupan ini terasa lebih berat. Namun bila tanggung jawab tersebut dapat diselesaikan dengan baik, maka kehidupan inipun akan terasa lebih berarti, menyenangkan, berwarna dan nikmat.
Hakekat pencapaian kesuksesanpun tidak berbeda. Sama seperti yang dikatakan oleh Dwight D. Eisenhower.
"The history of free men is never written by chance but by choice, their choice. - Sejarah seorang manusia merdeka tidak pernah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta karena pilihan mereka sendiri," katanya.
Hakekat kesuksesan adalah pilihan kita sendiri.
Terserah diri kita, akan memilih tanggung jawab hidup yang lebih besar ataukah sedikit? Jika mengambil tanggung jawab yang besar, maka kehidupan akan terasa lebih sulit tetapi mendapatkan nilai hidup yang lebih besar. Apakah kita ingin mendapatkan kehidupan yang sukses dan berharga? Jika Anda benar-benar menginginkannya, ada empat
tanggung jawab yang paling mendasar dan menjamin keberhasilan Anda.
Tanggung jawab yang pertama adalah bersikap jujur. Orang-orang yang tulus dan jujur sangat mudah meraih kesuksesan bagi dirinya sendiri sekaligus orang lain. Mengapa demikian? Karena sikap jujur menjadikan kita mudah dipercaya orang lain. Selain itu, kita juga akan semakin percaya diri berusaha mencapai sukses di masa depan. Sebuah pepatah bijak mengatakan,
"Confidence is the companion of success. - Percaya diri merupakan pasangan dari kesuksesan."
Tanggung jawab selanjutnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sukses dan bermakna adalah kemauan untuk berbagi dengan orang lain.
Sadari satu prinsip bahwa `you reap what you sow' - Anda akan memanen apa yang Anda tanam. Jika Anda memilih untuk hidup lebih sukses, maka jangan pernah membiarkan diri Anda pelit untuk berbagi dengan sesama.
"False happiness renders men stern and proud, and that happiness is never communicated. True happiness renders kind and sensible, and that happiness is always shared. - Kebahagiaan semu cenderung menjadikan seseorang kejam dan sombong, dan kebahagiaan seperti itu tidak akan pernah berarti. Kebahagiaan yang sesungguhnya menjadikan seseorang baik hati dan peka, dan kebahagiaan seperti itu yang akan sangat berharga dan bermakna tidak saja untuk diri sendiri," kata Charles de Montesquieu.
Jika Anda berkeras untuk memilih kehidupan yang lebih sukses, maka tanggung jawab yang harus Anda laksanakan berikutnya adalah giat bekerja. Sejarah lebih banyak membeberkan fakta bahwa upaya yang bersungguh-sungguh selalu mewarnai dinamika kehidupan mayoritas orang-orang sukses di dunia ini. Bila Anda berkomitmen untuk bekerja keras berarti Anda sudah memastikan pada pilihan kehidupan yang lebih sukses.
Giat dalam arti mengerjakan pekerjaan yang benar, bukan pekerjaan yang kita sukai.
Socrates mengatakan bahwa sesuatu yang sangat berharga bukan hal yang hanya bisa kita gunakan untuk hidup, melainkan untuk hidup dengan benar. "What most counts is not to live, but to live aright," katanya. Bila Anda memilih untuk melakukan hal-hal yang benar, berarti Anda sudah memilih kehidupan yang sukses dan penuh integritas.
Sukses atau gagal adalah hasil dari apa yang kita pilih.
"Events, circumstances, etc., have their origin in ourselves. They spring from seeds which we have sown. - Setiap kejadian, keadaan yang sedang kita alami, dan lain sebaginya... , kembali kepada diri kita sendiri. Semua itu berasal dari benih yang sudah kita tanam," kata Henry
David Thoreau. Apakah Anda memilih untuk hidup sukses, bahagia, dan bermakna dengan melaksanakan tanggung jawab seperti yang diuraikan diatas, ataukah sebaliknya? Semua pilihan ada di tangan Anda sendiri.
Best Regards,
M. Rian Rahardi
http://beranigagal. blogspot. com
Eudora Welty
Suatu hari anak saya memilih beberapa jenis permainan puzzle, semacam permainan menggabung-gabungka n potongan-potongan gambar. Anak saya kemudian memilih jenis puzzle yang terdiri dari 1.000 keping potongan gambar. Setelah menentukan pilihan, mulailah ia melaksanakan langkah-langkah menyusun keping demi keping puzzle.
Rupanya ia mempunyai strategi menyusun kepingan-kepingan gambar itu. Mula-mula ia membuat kerangka gambar. Kemudian ia mengelompokkan kepingan-kepingan itu berdasarkan warnanya. setelah itu barulah ia menyusun atau meletakkan kepingan-kepingan tersebut pada tempat yang semestinya. Semakin banyak kepingan permainan itu, maka akan semakin sulit dikerjakan.
Sebenarnya ia bisa saja memilih jenis permainan puzzle yang terdiri dari 5 keping, 6, keping dan seterusnya. Tetapi anak saya sengaja memilih permainan yang terdiri dari ribuan keping. Ia beralasan bahwa semakin sulit permainan akan menghasilkan gambar yang lebih berwarna, bernuansa indah, dan lain sebagainya.
Selain memperhatikan anak saya bekerja menyusun potongan gambar itu, saya juga sibuk berpikir. Jika tanggung jawab hidup semakin besar, mungkin kehidupan ini terasa lebih berat. Namun bila tanggung jawab tersebut dapat diselesaikan dengan baik, maka kehidupan inipun akan terasa lebih berarti, menyenangkan, berwarna dan nikmat.
Hakekat pencapaian kesuksesanpun tidak berbeda. Sama seperti yang dikatakan oleh Dwight D. Eisenhower.
"The history of free men is never written by chance but by choice, their choice. - Sejarah seorang manusia merdeka tidak pernah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta karena pilihan mereka sendiri," katanya.
Hakekat kesuksesan adalah pilihan kita sendiri.
Terserah diri kita, akan memilih tanggung jawab hidup yang lebih besar ataukah sedikit? Jika mengambil tanggung jawab yang besar, maka kehidupan akan terasa lebih sulit tetapi mendapatkan nilai hidup yang lebih besar. Apakah kita ingin mendapatkan kehidupan yang sukses dan berharga? Jika Anda benar-benar menginginkannya, ada empat
tanggung jawab yang paling mendasar dan menjamin keberhasilan Anda.
Tanggung jawab yang pertama adalah bersikap jujur. Orang-orang yang tulus dan jujur sangat mudah meraih kesuksesan bagi dirinya sendiri sekaligus orang lain. Mengapa demikian? Karena sikap jujur menjadikan kita mudah dipercaya orang lain. Selain itu, kita juga akan semakin percaya diri berusaha mencapai sukses di masa depan. Sebuah pepatah bijak mengatakan,
"Confidence is the companion of success. - Percaya diri merupakan pasangan dari kesuksesan."
Tanggung jawab selanjutnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sukses dan bermakna adalah kemauan untuk berbagi dengan orang lain.
Sadari satu prinsip bahwa `you reap what you sow' - Anda akan memanen apa yang Anda tanam. Jika Anda memilih untuk hidup lebih sukses, maka jangan pernah membiarkan diri Anda pelit untuk berbagi dengan sesama.
"False happiness renders men stern and proud, and that happiness is never communicated. True happiness renders kind and sensible, and that happiness is always shared. - Kebahagiaan semu cenderung menjadikan seseorang kejam dan sombong, dan kebahagiaan seperti itu tidak akan pernah berarti. Kebahagiaan yang sesungguhnya menjadikan seseorang baik hati dan peka, dan kebahagiaan seperti itu yang akan sangat berharga dan bermakna tidak saja untuk diri sendiri," kata Charles de Montesquieu.
Jika Anda berkeras untuk memilih kehidupan yang lebih sukses, maka tanggung jawab yang harus Anda laksanakan berikutnya adalah giat bekerja. Sejarah lebih banyak membeberkan fakta bahwa upaya yang bersungguh-sungguh selalu mewarnai dinamika kehidupan mayoritas orang-orang sukses di dunia ini. Bila Anda berkomitmen untuk bekerja keras berarti Anda sudah memastikan pada pilihan kehidupan yang lebih sukses.
Giat dalam arti mengerjakan pekerjaan yang benar, bukan pekerjaan yang kita sukai.
Socrates mengatakan bahwa sesuatu yang sangat berharga bukan hal yang hanya bisa kita gunakan untuk hidup, melainkan untuk hidup dengan benar. "What most counts is not to live, but to live aright," katanya. Bila Anda memilih untuk melakukan hal-hal yang benar, berarti Anda sudah memilih kehidupan yang sukses dan penuh integritas.
Sukses atau gagal adalah hasil dari apa yang kita pilih.
"Events, circumstances, etc., have their origin in ourselves. They spring from seeds which we have sown. - Setiap kejadian, keadaan yang sedang kita alami, dan lain sebaginya... , kembali kepada diri kita sendiri. Semua itu berasal dari benih yang sudah kita tanam," kata Henry
David Thoreau. Apakah Anda memilih untuk hidup sukses, bahagia, dan bermakna dengan melaksanakan tanggung jawab seperti yang diuraikan diatas, ataukah sebaliknya? Semua pilihan ada di tangan Anda sendiri.
Best Regards,
M. Rian Rahardi
http://beranigagal. blogspot. com
Label:
Sketsa Kehidupan,
Sosial,
Tulisan Teman
Jumat, 05 Februari 2010
JUST FOR MOM.......
Bila dahaga, yang susukan aku....ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari.....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu
Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... ..ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku.....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ....ibu
Aku ada pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu
Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu
Bila sambut hari ibu....aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu
Renungkan:
"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja.... masih ingatkah kau pada ibu? tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya........
Tapi kalau ibu sudah tiada.......
IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya......
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya......
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
From : Unknown Source
Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu
Bila bangun tidur, aku cari.....ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
Bila nakal, yang memarahi aku....ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu
Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu
Aku selalu teringatkan ....ibu
Bila sedih, aku mesti telepon....ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... ..ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku.....ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau.... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal.....ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
Yang selalu memuji aku....ibu
Yang selalu menasihati aku....ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ....ibu
Aku ada pasangan hidup sendiri....
Bila senang, aku cari....pasanganku
Bila sedih, aku cari....ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu
Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat....ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu
Bila sambut hari ibu....aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku
Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan... aku ingin telepon ibu
Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu
Renungkan:
"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja.... masih ingatkah kau pada ibu? tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".
Berderai air mata jika kita mendengarnya........
Tapi kalau ibu sudah tiada.......
IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya......
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya......
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
From : Unknown Source
Langganan:
Postingan (Atom)