
对症下药 - dui zheng xia yao
Pada masa akhir dinasti Han, atau yang lebih dikenal dengan nama Tiga Kerajaan (Three Kingdoms), hiduplah seorang tabib ternama bernama 华佗 - Hua Tuo. Kemampuan mengobatinya sangatlah luar biasa. Namanya pun tersohor di mana-mana.
Suatu hari datanglah 2 orang sakit berobat padanya. Mereka berdua sama-sama menderita penyakit demam. Mereka sama-sama telah mendatangi banyak tabib untuk berobat tetapi tak kunjung membawa hasil. Karena itulah akhirnya mereka mencari Hua Tuo. Setelah memeriksa kondisi kedua pasien ini, Hua Tuo lantas menuliskan 2 buah resep yang berbeda. Mereka berdua pun saling pandang, mereka berdua kebingungan melihat resep ini. Mengapa dengan penyakit yang sama, resep yang diberikan sama sekali berbeda?
Hua Tuo pun tampaknya mengerti akan kebimbangan hati mereka, lantas beliau pun menjawab. "Meski penyakit kalian sepintas tampak sama, tetapi penyebab sakitnya sama sekali berbeda. Bila sebab dari sebuah penyakit tidak sama, maka pastilah obatnya juga tidak sama." Mendengar hal ini. kedua orang itu pun menjadi tenang. Tak lama kedua orang itu pun sembuh dari penyakitnya.
**
Dalam seni pengobatan, terutama pengobatan tradisional China, para tabib umumnya sangat teliti dalam mendiagnosa sebuah penyakit sebelum mereka menulis resep atau memastikan jenis penyakit yang diderita pasien. Mereka akan menggunakan sebuah pengamatan secara menyeluruh. Selain memeriksa denyut nadi si pasien. Para tabib juga akan banyak bertanya mengenai keadaan sehari-hari si pasien. Mengadakan beberapa dialog. Mereka juga akan dengan seksama mengamati wajah si pasien, misalnya mengamati lidah dan mata. Setelah melalui berbagai pengamatan seksama, barulah mereka akan memutuskan obat apa yang sesuai untuk mengobati penyakit pasien tersebut. Hal ini sama dengan seperti yang dikatakan pada kisah idiom di atas. Sebab, bila sumber atau penyebab penyakit itu berbeda, maka obatnya pun akan berbeda, sekalipun sakit yang diderita adalah sama.
Menurut saya pribadi, makna dari idiom ini masih sangat relevan untuk dipakai di jaman sekarang. Tidak hanya dipakai dalam dunia kesehatan, tetapi juga bisa dipakai dalam berbagai aspek kehidupan yang lain. Inilah salah satu alasan mengapa idiom China begitu populer sampai sekarang. Sebagai contoh ada 2 orang yang sama-sama mendapat nilai ujian yang kurang begitu bagus. Bukan berarti keduanya sama-sama membutuhkan tambahan jam belajar. Ada sebuah buku yang mengatakan bahwa kegagalan dalam nilai akademis, bisa disebabkan oleh beberapa hal :
1. tidak teliti
2. tidak belajar
3. tidak selesai
4. ... (lain-lain)
Buku itu lebih lanjut menjabarkan, dari keempat hal di atas dapat disimpulkan kurang lebih solusinya adalah seperti berikut :
- Bila tidak teliti, maka solusi nya adalah meningkatkan ketelitian semisal dengan tidak terburu-buru ketika mengerjakan ujian.
- Bila tidak belajar, maka sangat jelaslah dia tidak akan bisa mengerjakan soal ujian, solusinya adalah belajarlah.
- Bila ada anak yang sudah belajar dengan baik, bisa mengerjakan dengan teliti dan cermat, tetapi tidak selesai. Itu bisa jadi karena bekerja terlalu lama. Sehingga solusi terbaik adalah meningkatkan kecepatan dalam menyelesaikan sebuah soal.
Jadi dari sini kita bisa belajar, bahwa ketika kita mengalami hambatan atau kegagalan dalam hidup, ada baiknya kita mendengar saran-saran dari orang-orang yang pernah jatuh seperti kita. Ada baiknya pula kita membaca buku-buku yang menceritakan perjuangan seseorang untuk bangun dari keterpurukan. Ini baik untuk menambah motivasi dan wawasan kita. Tetapi hendaknya kita lebih teliti dan bijaksana dalam melihat situasi yang sedang kita hadapi. Jangan menelan mentah-mentah metode, cara pandang, atau solusi dari kejadian orang lain tanpa memperhatikan sumber masalah yang sebenarnya. Bisa jadi walau gejala keterpurukan yang dialami adalah sama (misal : kurangnya kepercayaan diri, kesulitan finance, keluarga yang tidak harmonis, dll) tetapi penyebabnya tidak sama. Maka dari itu adalah penting untuk mengenali sebuah masalah sampai ke akar-akarnya. Setelah kita memahami secara mendalam, barulah kita bisa menemukan solusi yang paling tepat.
**
Sebagai Catatan : Hua Tuo adalah seorang tabib yang sangat terkemuka di China. Ia bahkan dianggap sebagai orang pertama di China (atau mungkin di dunia) yang melakukan pembedahan pada manusia hidup. Pada masa itu dikatakan dia menggunakan arak keras sebagai ganti obat bius. Namanya pun dipakai sebagai nama sebuah pabrik pembuatan obat-obat tradisional China yang terkemuka dan sudah ada sejak lama.
Oleh : Wiryanto Zhang
(Diambil dari catatan Wiryanto di Facebook)
Tambahan Tentang Hua Tuo :
Hua Tuo adalah seorang Sinse pada 2000 tahun yang lalu, terkenal dengan “ Sinse yang Lihai”. Hua Tuo lahir di Propinsi Anhui Tiongkok timur, dibunuh oleh pemimpin Caocao pada masa Sam Kok tahun 208 masehi. Menurut catatan sejarah, penyakit Caocao sembuh dengan diobati Hua Tuo, tapi Hua Tuo tidak ingin menjadi sinse tentara Caocao, lalu dia ditangkap dalam penjara dan dibunuh mati.
(Sumber Cat. Tambahan: http://indonesian.cri.cn/chinaabc/chapter17/chapter170401.htm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar