Suatu hari ada orang yang baik hati meninggal dunia, orang ini kemudian pergi kealam akhirat. Dan di sana dia bertemu dengan hakim akhirat. Setelah bukunya dibuka-buka, hakim akhirat mengatakan, “ Anda orang baik-baik dan mempunyai hak untuk masuk surga. Tetapi special untuk Anda boleh memilih masuk surga atau masuk neraka.”
“Pak Hakim, saya masuk surga saja.”
“Nanti dulu, lihat dulu.”
Besok paginya orang baik-baik ini diajak oleh hakim akhirat melihat-lihat surga. Pintu surge dibuka, wah…sepi. Isinya : pemimpin agama, berdoa, bermeditasi, diam. Dingin, tidak ada keramaian.
“Bagaimana, Anda mau tinggal di sini?” Tanya hakim akhirat.
“Ya, saya mau di sini, Pak Hakim.”
“Nanti dulu, lihat neraka dulu, supaya bisa membandingkan,” Lanjut sang hakim.
Besoknya orang itu diajak masuk neraka. Pintu neraka dibuka. Dia masuk, wah...disko-disko, minum-minum, senang-senang, penuh keakraban, kehangatan. Wah, ini lebih menarik.
“Bagaimana, kamu pilih mana sekarang?”
“Saya di sini saja, Pak Hakim. Di surga sepi, semua berdoa, bermeditasi, dingin-dingin saja, tidak ada keramaian.”
“Ya baik, besok mulai masuk neraka.” Lalu mereka pulang ke kantor hakim akhirat.
Keesokan harinya orang itu diantar masuk neraka. Pintu dibuka dan dia masuk. Begitu dia masuk, pintunya langsung ditutup, dan apa yang terjadi? Api menyala-nyala, orang menangis, tersiksa, mengerikan sekali, merintih-rintih, menjerit-jerit. Lho! Dia kaget. Kemarin tidak begini, mengapa sekarang seperti ini? Hakim akhirat berkata, “ Jangan kaget, kemarin adalah hari terakhir promosi neraka!”
Cerita di atas memang hanya cerita rekaan. Tetapi saya piker, promosi neraka itu sudah sampai juga ke bumi ini. Banyak orang terpikat untuk melakukan kejahatan.
Sumber : Buku Bersahabat dengan Kehidupan
Bhante Sri Pannavaro
(Diambil dari Forum Diskusi Dhamma For Kids, kiriman Lai Agustina)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar