Jumat, 23 September 2011

Siti Fatima, Juara Astronomi dari Sebuah Gubuk

Gubuk itu sederhana dan berlantai tanah di tengah tegalan di Dusun Dualas, Pangongseyan, Sampang, Madura, Jawa Timur. Tidak akan ada yang menyangka jika gubuk itu dihuni seorang siswi yang baru-baru ini keluar sebagai juara nasional bidang astronomi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 di Manado, Sulawesi Utara.

Kemiskinan agaknya membuat Siti Fatima terpacu untuk belajar dengan rajin. Kegigihannya tidak hanya dalam belajar. Untuk berangkat ke sekolah yang jauhnya delapan kilometer, siswi kelas tiga SMA Negeri 1 Sampang ini harus berjalan kaki satu kilometer dari rumahnya karena tidak bisa dilalui sepeda motor. Setelah itu baru diantar pamannya ke jalan raya untuk selanjutnya naik angkutan ke sekolah.

Sayang, prestasi yang diraihnya di tingkat nasional dan regional di bidang astronomi kurang mendapatkan perhatian banyak kalangan. Siti Fatima hanya berharap bisa masuk Institut Teknologi Bandung jika nanti lulus dari SMA. Semoga saja, Siti yang sudah yatim dan memiliki ibu sebagai penjual ikan keliling itu bisa mengharumkan bangsa di masa depan.(ADO)

Sumber: Liputan 6.com

Selasa, 16 Agustus 2011

PAPUA YANG TETAP MERAH PUTIH WALAU SEBAGIAN INGIN MERDEKA.....

Tulisan di bawah ini pertama kali diposting dalam mailing list di yahoo pada 26 September 2008 12:16 a.m

Freeport...
itulah kata yang muncul dalam benakku saat aku landing di bandara Timika...
Batubara dan emas adalah dua kata berikutnya yang muncul dalam benakku seketika kata freeport terbersit....
Kemiskinan adalah kata selanjutnya yang mengikuti setelah freeport, emas, dan batubara...

miris...
sangat ironis...
hatiku teriris...
saat ku memandang keluar pesawat, orang pribumi berlarian tanpa alas kaki di hujan gerimis...
mereka menjadi budak dari kaum bengis...

orang pu kata papua tanah kaya...
namun orang papua hanya mampu makan daun pepaya...
tra ada daya dan upaya...
dorang hanya mampu bermimpi menjadi jaya...
tra ada yang dorang miliki kecuali rawa penuh buaya...

semua harta diangkut ke barat....
pace mace hidup sekarat...
yang tersisa hanya besi berkarat...
yang miskin makin melarat...
tinggal menunggu waktu yang tepat...
sengsara menunggu datangnya kiamat...

dunia lebih gelap dari kulit dorang yang hitam...
dunia memperlakukan dorang dengan kejam...
masa depan dorang telah tergenggam...
terlalu kelam hingga legam...
tra ada cerah siang kecuali sepinya malam...
segala cita dan asa telah karam...

(M Reza Agung Yudhalaksana, 25 September 2008, saat transit di Bandara Moses Kilangin-Timika, Papua)

nb:
bukan hanya siswa di Belitong yang tak bisa menikmati kekayaan ibu pertiwi...masih banyak yang mengalami hal serupa dengan apa yang diceritakan dalam Novel Laskar Pelangi.
Kita semua...
Kita tidak pernah menjadi tuan rumah di negeri sendiri...
sungguh menyedihkan bagi bangsa yang mengaku besar dan memiliki kekayaan alam yang sangat besar...

Sabtu, 30 Juli 2011

Seumur Hidup Jadi Tongkat Bagi Ibunda

Hawa udara di Changchun, Tiongkok, sangatlah dingin. Li Yuanyuan memanggul sang ibu yang lumpuh kedua kakinya sambil menggendong putrinya yang berusia dua tahun buru-buru ke rumah sakit karena sang ibu terkena serangan jantung lagi. Orang-orang yang berlalu lalang di jalan memandang mereka bertiga dengan mata terbelalak, semua takjub melihat seorang wanita yang kelihatannya kurus lemah justru memiliki tenaga untuk memanggul satu orang sambil menggendong satu lagi.......

Menurut laporan “City Evening Post”, di pagi buta, 13 Pebruari 2008, Li Yuanyuan telah memakaikan baju bagi anak dan sang ibu yang baru sembuh dari sakitnya. Jam 10 pagi, Yuanyuan berjongkok di depan sang ibu, meletakkan kedua kaki ibu di pinggangnya lalu memanggul sang ibu, kemudian menggendong putrinya yang berdiri di atas tempat tidur.

Kedua tangan Yuanyuan dipakai untuk menyangga sang ibu, sedangkan sang ibu membantu merangkul cucunya mengitari leher Yuanyuan. Dengan cara inilah tiga orang tersebut saling berangkulan dengan susah payah keluar dari rumah sakit. Sang ibu telah lumpuh selama 21 tahun, selama 21 tahun itu pulalah Yuanyuan terbiasa memanggul sang ibu keluar masuk rumah sakit.

Ketika Yuanyuan berusia 7 tahun terjadilah sebuah kecelakaan lalu lintas yang benar-benar telah merubah kehidupannya. Karena kecelakaan ini ibunda mengalami kelumpuhan pada kedua kaki yang diperparah dengan menghilangnya sang ayah. Sejak saat itu, Yuanyuan menjadi tulang punggung rumah tangga. Karena tidak ada penghasilan Yuanyuan menghidupi keluarga dengan menjadi pemulung, uang hasil kerja kerasnya habis terpakai untuk mengurus sang ibu.

Rasa bakti Yuanyuan kepada orang tua sangat menyentuh hati para tetangga, banyak tetangga yang dengan sukarela memberi bantuan kepada sang ibu dan putrinya ini. Karena sepanjang tahun hanya mampu berebahan, otot kaki sang ibu sering kejang, sakitnya tak tertahankan.

Ada seorang tetangga yang berprofesi sebagai seorang dokter tradisional tua, setiap hari membantunya memberikan terapi akupunktur terhadap ibu Yuan-yuan, bahkan mengajarnya menggunakan teknik akupunktur sederhana. Sejak berusia 11 tahun sampai sekarang, Yuanyuan sudah dapat menggunakan teknik akupunktur untuk meringankan rasa sakit ibunya.

Tiga tahun yang lalu, Yuan-yuan menikah, setahun kemudian, Yuanyuan melahirkan seorang putri. Namun di mana pun dan kapan pun, Yuanyuan tidak pernah meninggalkan sang ibu, dia dan suaminya bersama-sama memikul tanggung jawab mengurus sang ibu.

Meskipun rumah tangganya tidak terbilang kaya, mereka sangatlah puas. Sang ibu berkata, terkenang masa 21 tahun ini meskipun penuh penderitaan, namun dia sangat puas, dia merasa diri-nya sama dengan orang tua lain yang juga telah menikmati kehangatan keluarga.

Bagi Yuanyuan, selama 21 tahun ini, dia merasa dirinya sangat bahagia, karena dia adalah seorang anak yang masih memiliki seorang ibu.

“Saya rela menjadi tongkat ibu sepanjang hidupku.……”

Sumber : Email Berantai - Stevanus Kohartono fr Liliana 1 Nopember 2008

KEKUATAN CINTA


Dia tingginya 175 cm , sedangkan aku 120 cm Kami berdua tingginya berbeda 55 cm, seperti raksasa dan org kerdil, bukan?

Tapi saat ini kami berdua, tingginya sudah sama..karena .. kecintaan 55 cm ini.

Hari ini cerita cinta kami yg indah ..

Sejak lahir Ms. Yu Son A mempunyai tulang yg tipis seperti kulit telur, sehingga dengan bersin saja, bisa mengakibatkan tulang patah. Dengan mudah patah dan tulang muda (lembut), Tingginya cuman bisa mencapai 120 cm, tapi dia tetap sehat seperti org biasa. Waktu ditanya: Sulitkah waktu berjalan dengan tongkat waktu bekerja, jawabnya: dengan adanya 4 kaki, saya bisa bekerja lebih cepat. Dengan jawaban ini, orang memanggil dia "Thumbe lina " karena dia kecil tapi bisa berdiri sendiri.

Kemudian Thumbelina berkenalan dengan seorang lelaki muda, cakep, tinggi 175 cm. Tahun ini (2008) dua sejoli ini mengadakan perkawinan yang sempurna dan indah di gunung Himalaya. Dimana perkawinan ini diadakan di dusun yang paling tinggi di dunia, dengan ketinggian 2750 dari laut. Pengantin pria dan wanita mengenakan pakaian yang indah dengan dihadiri dengan hadirin yg banyak.

Diatas adalah foto dalam suara hening di pantai saat ini, suami sedang mengendong, bersama tongkatku, di punggungnya. Dari gambar ini dapat mengambarkan kehidupan dari Khun Yunsona dalam kehidupan aslinya. Bersama dengan suami yang paling baik diseluruh dunia. Bisa dilihat, dengan tidak memandang cacat, tinggi badan, akan tetapi bisa mendapat kehidupan cinta yang indah/normal.

Semoga kisah ini menginspirasi kita semua tentang cinta tanpa batas :)

Sangat menyentuh, gambar terakhir maknanya hebat kan? "berdua menghadapi lautan kemungkinan yg ga terbatas"

Sumber : Email berantai - Stevanus Kohartono Nopember 2008

JIKA TUHAN MENARIK PERHATIAN KITA

Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat,

Suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja

Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan
koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di Rata Penuhdepannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.

Catatan: Seringkali, masalah yang menimpa kita membuat kita bisa lebih menghargai apa yang sudah diberikan kepada kita, dan yang terpenting, akibat masalah yang kita alami seringkali kita kembali ke jalan Tuhan.

Sumber : Email berantai - Dari Stevanus Kohartono 11 Nopember 2008

Jumat, 11 Maret 2011

Profesor Harvard Ingatkan Potensi Krisis di 2012

INILAH.COM, Bali - Krisis ekonomi global diprediksikan bakal terjadi kembali pada 2012. Hal ini sesuai dengan siklus krisis 15 tahunan salah satu tandanya adanya capital inflow.


Demikian diungkap Harpel Professor of Capital Formation and Growth Harvard University Jeffrey Frankel dalam acara acara IMF-BI-BKPM Joint Conference Coping with Asia's Large Capital Inflows in A Multi-Speed Global Economy, di Bali, Jumat (11/3).


"Kalau saya perhatikan, siklus (krisis) terjadi dalam periode 15 tahun sekali. Dan bila berdasarkan itu, kita akan menghadapi krisis kembali pada 2012," ungkapnya.


Ia menekankan agar negara-negara emerging market mewaspadai adanya potensi hal tersebut. Pasalnya, kecenderungan krisis ekonomi terjadi kerap berhubungan dengan derasnya aliran dana asing (capital inflow) ke negara berkembang.


Berdasarkan data yang dipaparkannya, kiris pertama kali terjadi pada tahun 1982 akibat capital inflow yang terjadi selama 6 tahun (1975-1981) sedangkan krisis kedua terjadi di Asia pada tahun 1997, dengan capital inflow yang juga terjadi selama 6 tahun (1990-1996).


Karenanya jika melihat data tersebut dia mengkhawatirkan akan adanya krisis global di 2012, mengingat arus modal asing tersebut sudah mulai masuk sejak 2003.


Selain itu, ia melihat bahwa laju inflasi pada sebagian besar negara-negara berkembang mulai memberi tekanan terhadap kondisi ekonomi masing-masing negara. "India, China, Indonesia, dan Singapura terancam overheating," ujarnya.


Dengan demikian, ia menghimbau agar negara-negara emerging market termasuk Indonesia untuk tetap mewaspadai kemungkinan adanya potensi tersebut. "Caution selalu menjadu pilihan yang tepat," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasar data Institute of International Finance (IIF) yang disampaikan oleh Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, besar capital inflows yang akan masuk ke emerging market Asia mencapai sekitar US$400 miliar, yang diantaranya sekitar US$13-15 miliar akan masuk ke Indonesia. [hid]


Kamis, 03 Maret 2011

Selamatkan Diri dari Inflasi

Uang semakin tak bernilai dalam kondisi ekonomi yang tendensi inflasinya tinggi. "Uang makin berkurang nilainya jika kenaikan inflasi lebih cepat daripada kenaikan pendapatan," kata ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti.


Inflasi adalah kenaikan harga-harga secara umum sehingga mengurangi daya beli. Tahun 2010 inflasi di Indonesia mencapai 6,96 persen. Ini artinya daya beli uang kita berkurang hampir 7 persen dari nilai tahun 2009. Bayangkan penyusutan yang akan terjadi dalam sepuluh atau dua puluh tahun mendatang.


Tingkat inflasi dihitung dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Unsur pembentuk inflasi adalah bahan makanan, makanan jadi, minuman, tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, olahraga, pendidikan, transportasi dan komunikasi.


Destry menyarankan agar Anda membeli aset yang dapat diandalkan untuk mengimbangi inflasi. Nilai aset ini diharapkan akan naik lebih tinggi dari laju inflasi. Ada dua pilihan yang bisa dipertimbangkan, yakni aset fisik atau aset finansial.


Aset fisik antara lain properti (rumah, tanah, sawah atau apartemen), emas, dan mata uang asing. Dulu, dolar Amerika menjadi mata uang asing yang dapat diandalkan. "Tapi sekarang dolar terus melemah secara global, jadi tunda dulu membeli dolar," kata dia. Mata uang lain yang menguat adalah yuan Cina dan dolar Singapura. Sayangnya dua mata uang ini lebih sulit diperdagangkan.


Adapun aset finansial yang dapat dipilih adalah saham dan obligasi. Tak ingin repot, reksadana bisa menjadi pilihan. Membuka rekening tabungan dan deposito memang baik untuk jangka pendek. Namun pilihan ini tidak optimal jika diterapkan dalam jangka panjang keuntungan dari bunga bank tak lebih dari kenaikan inflasi. Saat ini bunga deposito tertinggi hanya 7 persen.


Tak punya dana untuk membeli aset? Menabunglah dari sekarang dan kurangi belanja yang tak perlu. Ingat pepatah lama; sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.


Diambil dari : Penulis Famega Syavira Putri, penulis & editor Yahoo! Indonesia.

http://id.news.yahoo.com/yn/20110302/tbs-selamatkan-diri-dari-inflasi-6d0f5c9.html