Jumat, 11 Maret 2011

Profesor Harvard Ingatkan Potensi Krisis di 2012

INILAH.COM, Bali - Krisis ekonomi global diprediksikan bakal terjadi kembali pada 2012. Hal ini sesuai dengan siklus krisis 15 tahunan salah satu tandanya adanya capital inflow.


Demikian diungkap Harpel Professor of Capital Formation and Growth Harvard University Jeffrey Frankel dalam acara acara IMF-BI-BKPM Joint Conference Coping with Asia's Large Capital Inflows in A Multi-Speed Global Economy, di Bali, Jumat (11/3).


"Kalau saya perhatikan, siklus (krisis) terjadi dalam periode 15 tahun sekali. Dan bila berdasarkan itu, kita akan menghadapi krisis kembali pada 2012," ungkapnya.


Ia menekankan agar negara-negara emerging market mewaspadai adanya potensi hal tersebut. Pasalnya, kecenderungan krisis ekonomi terjadi kerap berhubungan dengan derasnya aliran dana asing (capital inflow) ke negara berkembang.


Berdasarkan data yang dipaparkannya, kiris pertama kali terjadi pada tahun 1982 akibat capital inflow yang terjadi selama 6 tahun (1975-1981) sedangkan krisis kedua terjadi di Asia pada tahun 1997, dengan capital inflow yang juga terjadi selama 6 tahun (1990-1996).


Karenanya jika melihat data tersebut dia mengkhawatirkan akan adanya krisis global di 2012, mengingat arus modal asing tersebut sudah mulai masuk sejak 2003.


Selain itu, ia melihat bahwa laju inflasi pada sebagian besar negara-negara berkembang mulai memberi tekanan terhadap kondisi ekonomi masing-masing negara. "India, China, Indonesia, dan Singapura terancam overheating," ujarnya.


Dengan demikian, ia menghimbau agar negara-negara emerging market termasuk Indonesia untuk tetap mewaspadai kemungkinan adanya potensi tersebut. "Caution selalu menjadu pilihan yang tepat," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasar data Institute of International Finance (IIF) yang disampaikan oleh Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, besar capital inflows yang akan masuk ke emerging market Asia mencapai sekitar US$400 miliar, yang diantaranya sekitar US$13-15 miliar akan masuk ke Indonesia. [hid]


Kamis, 03 Maret 2011

Selamatkan Diri dari Inflasi

Uang semakin tak bernilai dalam kondisi ekonomi yang tendensi inflasinya tinggi. "Uang makin berkurang nilainya jika kenaikan inflasi lebih cepat daripada kenaikan pendapatan," kata ekonom Mandiri Sekuritas Destry Damayanti.


Inflasi adalah kenaikan harga-harga secara umum sehingga mengurangi daya beli. Tahun 2010 inflasi di Indonesia mencapai 6,96 persen. Ini artinya daya beli uang kita berkurang hampir 7 persen dari nilai tahun 2009. Bayangkan penyusutan yang akan terjadi dalam sepuluh atau dua puluh tahun mendatang.


Tingkat inflasi dihitung dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Unsur pembentuk inflasi adalah bahan makanan, makanan jadi, minuman, tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, olahraga, pendidikan, transportasi dan komunikasi.


Destry menyarankan agar Anda membeli aset yang dapat diandalkan untuk mengimbangi inflasi. Nilai aset ini diharapkan akan naik lebih tinggi dari laju inflasi. Ada dua pilihan yang bisa dipertimbangkan, yakni aset fisik atau aset finansial.


Aset fisik antara lain properti (rumah, tanah, sawah atau apartemen), emas, dan mata uang asing. Dulu, dolar Amerika menjadi mata uang asing yang dapat diandalkan. "Tapi sekarang dolar terus melemah secara global, jadi tunda dulu membeli dolar," kata dia. Mata uang lain yang menguat adalah yuan Cina dan dolar Singapura. Sayangnya dua mata uang ini lebih sulit diperdagangkan.


Adapun aset finansial yang dapat dipilih adalah saham dan obligasi. Tak ingin repot, reksadana bisa menjadi pilihan. Membuka rekening tabungan dan deposito memang baik untuk jangka pendek. Namun pilihan ini tidak optimal jika diterapkan dalam jangka panjang keuntungan dari bunga bank tak lebih dari kenaikan inflasi. Saat ini bunga deposito tertinggi hanya 7 persen.


Tak punya dana untuk membeli aset? Menabunglah dari sekarang dan kurangi belanja yang tak perlu. Ingat pepatah lama; sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.


Diambil dari : Penulis Famega Syavira Putri, penulis & editor Yahoo! Indonesia.

http://id.news.yahoo.com/yn/20110302/tbs-selamatkan-diri-dari-inflasi-6d0f5c9.html

Rabu, 02 Maret 2011

Pria Yang Seumur Hidupnya Menulis Puisi Cinta untuk Sang Istri

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON – Cinta sejati. Seorang pria menerbitkan sebuah buku yang berisikan puisi-puisi yang ditulis sepanjang umurnya untuk istrinya.


Moss Rich, nama lelaki sejati itu, tidak pernah mengadakan pesta untuk merayakan pernikahannya dengan Milly. Mereka tidak memiliki foto pernikahan dan mereka tidak mampu berbulan madu. Tetapi setelah 72 tahun kemudian, pasangan ini menjadi pasangan paling romantis di Inggris.


Pada Hari Valentine tahun ini, Moss Rich yang merupakan veteran Perang Dunia dan sudah berusia 100 tahun itu menjadi penyair tertua Inggris. Dia memutuskan untuk menerbitkan kumpulan puisi cinta yang ditulis untuk istrinya selama puluhan tahun mereka bersama-sama.


Pasangan ini pertama kali bertemu pada 1939 di sebuah pertunjukan di London’s Unity Teater. Keduanya memiliki perasaan daya tarik instan satu sama lain. JATUH PADA PANDANGAN PERTAMA.


Meskipun pandai menulis puisi, Moss mengakui bahwa ia biasanya cukup malu ketika datang untuk berbicara tentang cinta. “Saya tidak membuka hati saya dan membiarkan semua orang melihat apa yang ada di dalamnya”, katanya. “Puisi saya mengungkapkan apa yang saya pilih untuk berbagi. Tetapi, segala sesuatu tidak dapat dimasukkan ke dalam kata-kata.”

Sekarang lebih dari 150 puisi cinta tercipta selama Moss dan Milly menikmati kehidupan pernikahan 72 tahun. Puisi, yang dibuat dengan tulisan tangan atau diketik dengan mesin tik pribadinya, semuanya ditandatangani dan diberi tanggal. Semuanya ditujukan Moss untuk mencintai seumur hidup Milly yang kini berusia 93 tahun.


Untuk merayakan pernikahan mereka yang langgeng dan bahagia, Moss dan Milly memutuskan untuk menerbitkan koleksi puisi cinta pada hari yang paling romantis tahun, Hari Valentine. Dicetak pada kartu pos bergambar dan berjudul ‘A Lifetime of Love’, kartu telah dirancang untuk memungkinkan orang lain berbagi kata-kata Moss dengan orang yang mereka cintai.

Milly masih merasa seperti usia remaja ketika dia pertama kali mendapat puisi cinta dari Moss. Hari itu Hari Valentine pada 14 Februari 1939. Hari Valentine pertama yang istimewa dan ingin Milly habiskan bersama Moss.

Untuk menaklukan hati Milly, Moss memutuskan untuk mengirimkan puisi cinta di Hari Valentine. Dan, reaksi Milly lebih dari yang bisa diharapkan Moss.


"Ketika menerima puisi pertama dari Moss, aku sadar itu istimewa karena puisi itu dari hati dan bukan dari atas meja,’’ kenang Milly. ‘’Puisi memberi saya perasaan dicintai dan dihargai. Saya pikir dia memiliki hadiah yang sangat langka dan saya merasa sangat beruntung untuk menjadi penerima puisi cintanya."


Sejak saat itu, Milly mencintai begitu banyak puisi cinta yang dituliskan oleh Moss untuk dirinya. Moss sejak itu pun rajin menuliskan puisi di setiap hari ulang tahun dan Hari Valentine. Puisi-puisi tersebut yang membuat pernikahan mereka tahan lama dan penuh asmara selama 72 tahun.


"Saya berharap untuk setiap hari aku menghabiskan waktu dengan suamiku yang luar biasa. Di hari ulang tahun dan peringatan pernikahan, aku dibuat spesial oleh puisi-puisinya,’’ kata Milly. "Dia tak pernah kehabisan kata-kata untuk menghasilkan puisi baru pada setiap acara khusus kami habiskan bersama. Ini luar biasa."

Milly melanjutkan,’’Puisi-puisinya tidak berjudul, hanya cukup didahului dengan kata-kata "Untuk Milly".


Pada 2003 saat Milly merayakan hari ulang tahunnya, Moss hanya menulis: "Semoga semua tahun-tahun mendatang mengingatkan kita tentang tahun-tahun indah yang telah terlewati di belakang kita. Semoga semua tahun-tahun mendatang menjadi seperti memenuhi dan mencintai."

Tumbuh remaja ketika dunia sedang bergejolak oleh Perang Dunia, Moss dan Milly tidak punya waktu untuk menunda-nunda pernikahan mereka. Seperti kebanyakan pasangan muda pada era Perang Dunia, pasangan muda itu menikah ketika Milly berusia 19 tahun dan Moss 26 tahun.

Mereka memutuskan untuk mengikat simpul secepat mungkin sehingga tidak ada waktu untuk menggelar upacara pernikahan yang mewah. Bahkan, Moss dan Milly tidak punya uang untuk sekadar membayar jasa fotografer guna mengabadikan hari khusus mereka pada 9 Oktober 1939.


"Aku ingat jelas hari pernikahan saya. Tidak ada perayaan, tidak ada gaun putih mewah, tidak ada foto,’’ kenang Milly. ‘’Pengantin priaku harus kembali bekerja pada sore itu. Begitulah suasana kemudian."


Dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga barunya, Moss bahkan langsung kembali bekerja pada sore hari setelah menggelar pernikahan pada pagi harinya. Sementara Milly pergi belanja ketel, panci, dua cangkir dan piring untuk dapur baru mereka.


Milly adalah mantan seorang perancang busana, guru dan pengusaha. "Kami menikah sangat cepat karena ketika perang pecah semua orang berpikir seluruh London akan hilang dalam asap. Kami sudah saling kenal beberapa tahun, tapi kami tidak pernah bermaksud untuk menikah begitu cepat karena kami tidak punya uang,’’ kata Milly


Hubungan mereka diuji ketika Moss mau tidak mau dipanggil untuk tugas negara setelah perang kembali pecah. Tiga bulan setelah bergabung, penglihatan Moss memburuk sehingga tidak dapat melayani lagi di bawah Peraturan Raja.


"Begitu banyak orang bertanya rahasia pernikahan kami. Tapi, aku sedang benar-benar jujur ketika saya mengatakan tidak ada rahasia apapun," kata Milly. "Moss selalu bijaksana dan perhatian. Saya percaya pernikahan kami telah berlangsung dengan sangat baik karena kita menghargai satu sama lain.’’


"Saya tidak berpikir pernikahan adalah sesuatu yang Anda bekerja padanya. Saya pikir Anda berbaring dan menikmati membiarkannya mengalir di atas Anda. Bila Anda memiliki pernikahan yang bahagia, waktu hanya berlalu begitu saja,’’ tambah Milly. "Kami selalu menghindari pertengkaran. Jika Anda berpikir tentang hal ini, layak tidak ada yang berdebat."


Tapi, Milly sempat bercanda ketika memberikan rahasia kelanggengan pernikahan mereka. "Saya pikir dia mungkin menderita ketulian perkawinan," seloroh Milly.


Sementara, Moss yakin bahwa dirinya dan Milly telah berkontribusi sama untuk pernikahan mereka. "Setelah kami menikah dan mulai hidup bersama, saya segera menemukan bahwa kami berdua didukung oleh satu sama lain dan bergantung pada satu sama lain,’’ kata Moss. ‘’Bagi saya, saling pengertian dan memberi-menerima pandangan sangat penting dalam membuat sebuah hubungan. "


Pasangan itu telah tinggal di Sussex di dekat Brighton Hove selama lebih dari 40 tahun. Mereka menikah dengan izin khusus di Sinagoga di London. Mereka memiliki satu anak perempuan bernama Shula.


Sekarang tuli dan buta menyerang Moss. Namun, kecacatan tidak membuat goyah Moss untuk tetap menuliskan puisi cinta untuk Milly. "Saya berharap kartu saya yang telah ditulis untuk istri saya selama bertahun-tahun itu berbicara sendiri."

Selasa, 17 Agustus 2010

65th Indonesia ; JANGAN HINA IBUKU, DIA TIDAK BERSALAH !!!

MAAFKAN KAMI IBU, ANAK-ANAKMU YANG TIDAK BERBAKTI DAN BELUM MAMPU MENJAGA NAMA BAIKMU DIMATA DUNIA........

Tepat hari ini Indonesia kita berusia 65th. Well, sebenarnya usia Indonesia sendiri lebih daripada itu, hanya saja 65th adalah usia Indonesia menghirup udara kemerdekaan dari penjajahan bangsa-bangsa asing.

Sebenarnya pula, jauuuuuuhhhhhhh sebelum masa penjajahan belanda selama 3,5 abad dan Jepang selama 3,5 tahun dan Portugis atauun Spanyol dan lain-lainnya, Bumi Indonesia pernah menghirup udara kebebasan. Bahkan menjadi pemimpin dari berbagai bangsa tetangga kita. Hidup makmur, berbudaya dan penuh kerukunan. Semua itu sering sekali diceritakan beulang-ulang dalam kisah-kisah sejarah kuno bumi pertiwi ini.

Karena keramahan, kekayaan dan kebudayaan kita yang indah, membuat kita naik begitu tinggi dan terlihat oleh semuanya. Karena semua itu pula, banyak pihak yang ingin mengeruk keuntungan bagi diri mereka sendiri.

Karena keramahan kita, gampang didekati oleh orang lain. Bahkan karena ke-naif-an kita, seringkali menjadi senjata ampuh untuk di adu domba. Well, masa lalu sudah menceritakan semuanya. Dengan demikian, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan bebas melaksanakan misinya dan mengeruk kekayaan kita perlahan-lahan. Kita sendiri terlalu sibuk memikirkan strategi untuk tidak kalah dari pihak-pihak yang sebenarnya tidak berbahaya.

Sampai dengan saat ini Indonesia kita masih menjadi perhatian dunia. Pulau-pulau kita begitu banyak dan lebih indah daripada pulau-pulau tujuan wisata di bagian dunia lain. Hanya kurang penataan dan sarana aja baik transportasi maupun penginapan yang memadai, well selain promosi ya barangkali. Selain itu sering sekali karena minimnya informasi, dunia pariwisata Indonesia seringkali tercoreng dengan penipuan-penipuan kecil oleh calo dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kebudayaan kita sangat indah dan saya rasa sangat menjual, terbayang setiap kali kita jalan-jalan keluar negeri akan disuguhi pertunjukan baik group kecil maupun kolosal kebangsaannya. Sebut saja pagelaran kolosal di Candi Prambanan, dan masih banyak lagi. Sayangnya, banyak dari kebudayaan tersebut mulai luntur karena kurangnya perhatian dari generasi muda, atau mungkin sarana yang dapat membuat generasi muda merasakan perlunya memahami budaya bangsa. Sering sekali setelah ditiru bangsa lain bahkan di klaim bangsa lain, baru ada reaksi yang mengikuti. Walaupun saya sendiri ragu apakah para pelaku demo sebelum atau setelahnya kemudian mempelajari kebudayaan tersebut dan berusaha memperkenalkannya pada dunia atau minimal sering-sering mempertunjukkannya pada dunia.

Budaya hanya bisa dicuri atau di klaim karena pihak yang dipertontonkan tidak pernah tahu tentang itu sebelumnya. Saya jadi ingat dengan plagiat tulisan di majalah-majalah anak-anak langganan saya semasa kecil dulu. Setiap sekian edisi, pasti disurat pembaca ada saja yang mengeluhkan tentang sebuah tulisan, cerpen ataupun puisi.

Kekayaan alam kita begitu melimpah, hanya perlu penanganan yang lebih serius, orang-orang yang lebih ”pintar” dan sarana industri yang baik. Sering sekali kita kaget dengan hasil akhir satu benda yang bahan dasarnya terbuang percuma di sekeliling kita.

Banyak orang yang mengidentikkan kemerdekaan dalam berbagai bidang. Banyak pemimpin dan politikus saling serang dan adu argumen untuk menunjukkan siapa yang lebih peduli. Bahkan dalam siaran televisi asing, berita tentang Indonesia tidak banyak yang berbobot antara lain isu film panas artis, teroris, multilasi dan perampokan disertai pembunuhan, bencana alam dan masih banyak lagi yang menakutkan.

Well, pernah melihat siaran TV tentang Israel dan Palestina? Kira-kira bagaimana membayangkan diri kita didalamnya? Well, walaupun pemberitaan tentang Indonesia tidak seburuk itu, tetapi kurang lebih hampir sama-lah tanggapan masyarakat Internasional tentang negeri kita.

Bila hari ini ada masyarakat kita yang masih dalam kesusahan, bila hari ini korupsi masih merajalela, bila hari ini teroris senang menjadikan basisnya di negeri kita, bila hari ini pelanggaran norma dan pelecehan seksual serta penjualan anak dan wanita suka memata-matai mangsa di negeri kita, bila ada peledakan gas elpiji dimana-mana, perampokan dan pembunuhan oleh rompak jalan raya, bila ada kolusi dan nepotisme yang masih susah dicabut akar-akarnya, bila ada masalah hukum masih dikibulin sama para penjahat, bila ada anak-anak terlantar dijalan maupun bawah jembatan, bila ada penyakit aneh yang merajalela, bila ada masyarakat kita yang masih belum bisa membaca dan menulis, bila ada keraguan dan curiga antara saudara sebangsa, bila ada ketidak adilan yang terjadi,

TOLONG!!! JANGAN HINA INDONESIAKU, DIA TIDAK BERSALAH, PELAKUNYA YANG BERSALAH. DIA JUGA SUDAH LELAH MENANGIS SETIAP HARI SEPERTI IBU YANG MERINDUKAN PUTRANYA YANG HILANG. DIA INGIN INDONESIA KEMBALI DALAM KEJAYAAN BANGSA DAN NEGERI YANG INDAH DIMANA SEMUA ANAK-ANAKNYA BANGGA, BENAR-BENAR BANGGA UNTUK BERDIRI MENGENAKAN ATRIBUT INDONESIA DIDALAM DAN DILUAR DIRI KITA SAMPAI DALAM TULANG-TULANG KITA, MENGALIR DALAM SETIAP DARAH KITA,

ANAK-ANAKNYA YANG HILANG......... KEMBALILAH,

KEMBALIKAN INDONESIA YANG DULU UNTUK BERJAYA DAN BERDIRI DENGAN GAGAH DAN BANGGA DIMATA DUNIA KARENA MEMANG KITA PANTAS UNTUK BANGGA, INDONESIA TELAH MENJADI IBU PETIWI KITA.

DIA MENUNGGU DISANA, KELELAHAN DAN PENUH KEPEDIHAN........

NAMUN SAYA YAKIN DIA MASIH PERCAYA KEPADA KITA, ANAK-ANAK BANGSA,....... YANG AKAN KEMBALI PADANYA........

DIRGAHAYU INDONESIAKU,

MAAFKAN KAMI IBU, ANAK-ANAKMU YANG TIDAK BERBAKTI DAN BELUM MAMPU MENJAGA NAMA BAIKMU DIMATA DUNIA........

Surabaya, 17 Agustus 2010


Atas nama Anak Bangsa,
Irfan Utamin 

Minggu, 18 Juli 2010

JK Rowling and The Sorcerrer Pen

Harry Potter, cerita yang awalnya ditujukan kepada anak-anak, ternyata meledak penjualannya dan disukai berbagai kalangan usia. Tetapi yang lebih menarik adalah kisah pengarangnya dalam meniti karirnya, yang berakhir sebagai penulis yang sukses. J.K. Rowling, pengarang Harry Potter, mengawali karirnya sebagai seorang peneliti dan sekretaris bilingual Amnesty International. Dalam menjalani profesinya sebagai sekretaris, muncullah ide cerita tentang seorang anak laki-laki yang masuk ke dalam sekolah khusus bagi para calon penyihir. Tepatnya pada saat ia menanti kereta api jurusan Manchester dan London yang tertunda keberangkatannya. Setelah sampai di tujuan, ia langsung mulai menulis idenya tersebut.

Kemudian Rowling pindah ke Porto, Portugal untuk menjadi guru bahasa Inggris. Sempat menikah dengan seorang wartawan Portugal dan memiliki seorang anak, Rowling kemudian bercerai dan tak lama kemudian pindah ke Edinburgh, Skotlandia, di mana ia harus hidup sebagai orangtua tunggal dan hanya mengandalkan tunjangan pengangguran sebagai sumber penghasilannya.

Pada tahun 1995, ia menyelesaikan naskah pertama novelnya, Harry Potter and the Philosopher Stone. Pada mulanya buku ini ditolak oleh berbagai penerbit, sampai akhirnya diterima oleh penerbit berskala kecil yang bernama Bloomsbury. Dua tahun kemudian, Bloomsbury menerbitkan cerita Harry Potter and the Philosopher Stone dengan jumlah cetakan pertama hanya sebanyak seribu kopi, lima ratus kopi diantaranya didistribusikan ke berbagai perpustakaan. Lima bulan kemudian, buku ini memenangkan penghargaan pertamanya, A Nestle Smarties Book Prize. Kemudian buku ini juga mendapatkan penghargaan British Book Award for Children’s Book of the Year yang prestisius. Tahun berikutnya, Scholastic Inc., sebuah penerbit di Amerika Serikat (AS), menerbitkan The Philosopher Stone dengan judul Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Sukses dengan buku awalnya, Rowling melanjutkan penulisan buku-buku serial Harry Potter berikutnya, yang seperti kita tahu juga sukses dalam penjualan dan memenangkan berbagai penghargaan. Rowlings yang tadinya berprofesi sebagai seorang guru dan sempat jadi pengangguran telah sukses menjadi penulis.

Bagi pendaki tangga karir, kisah perjalan karir Rowling bisa menjadi cerita yang lebih menarik ketimbang tokoh ciptaannya. Sebuah inspirasi yang menarik, bahwa karir tidak harus dibangun dalam lingkup formal organisasi. Kesuksesan Rowling diperoleh, justru karena dia sempat terlunta-lunta tanpa kejelasan masa depan karirnya. Pada saat ia sedang mengalami kesulitan, ia menemukan minatnya dalam penulisan buku anak-anak, yang kemudian menjadi karir impiannya. Tentu diperlukan tabungan emosi

Kita sering merasa takut pada saat memutuskan untuk membangun karir dalam bidang tertentu. Takut terhadap resiko yang akan dihadapi. Takut melangkah setelah mendengar komentar-komentar negatif mengenai karir impian kita. Atau kita takut melangkah karena merasa kondisi finansial yang kurang baik, pendidikan yang tidak sesuai, masalah umur, fisik, dan lain sebagainya. Atau takut persaingan. Tapi intinya adalah takut mengalami kegagalan.

Saat kita membiarkan berbagai keyakinan negatif mempengaruhi kita, maka sebenarnya kita sedang membangun tembok yang tinggi untuk mencapai apa yang kita inginkan. Jika seseorang yakin bahwa ia tidak mampu untuk berhasil dalam suatu bidang karir, keyakinan ini akan memiliki dampak terhadap perilakunya. Misalnya saat ia harus menghadapi wawancara pekerjaan. Ia dihantui kecemasan jika mengatakan yang salah dan menjadi kurang percaya diri. Ia mengatakan hal-hal yang menurut pikirannya ingin didengar oleh pewawancara. Hal ini menjadikan hilangnya kesempatan meraih karir impiannya, dan menjadi pembenaran atas keyakinannya. Apa akibatnya? Ia akan melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.

Oleh karenanya jika ingin berhasil dalam karir yang diimpikannya, seseorang harus mengubah keyakinan dan perilakunya. Seperti yang dilakukan oleh Rowling, tidak menyerah meskipun naskah bukunya pada saat-saat awal ditolak oleh berbagai perusahaan penerbitan. Ia tetap berusaha maju mengalahkan rasa takutnya terhadap ketidakmungkinan akan keberhasilan. Mengubah perilaku yang ada memang tidak selalu mudah. Namun jika hal-hal yang kita lakukan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, mungkin perilaku yang baru hasil perubahan yang dilakukan akan mampu mewujudkan karir yang diimpikan.

Memang akan terdapat suatu saat dimana seseorang tidak lagi yakin apakah hal yang dilakukannya akan membawa hasil. Ini adalah hal yang normal. Namun keberhasilan hanya akan dicapai bagi mereka yang tetap memiliki keyakinan dan mewududkan keyakinan tersebut dengan terus berusaha.

Agar dapat mengalahkan rasa takut yang menjadi penghalang dalam kemajuan karir, tentu harus memperhitungkan resiko-resiko yang mungkin akan dihadapi, tidak hanya berbekal keyakinan. Saat merencanakan usaha-usaha menggapai karir yang diimpikan, seperti yang dikatakan oleh Messmer, perlu dipertimbangkah hal-hal berikut ini.

Pertama, minat. Pertimbangkanlah dengan hati-hati mengenai hal-hal apa saja yang paling disukai dalam sebuah pekerjaan Ini akan membuat kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik menentukan langkah karir selanjutnya. Pertimbangkanlah tugas-tugas apa saja yang memberikan kita kepuasan terbesar dan buatlah penilaian apakah terdapat semacam pola dalam tugas-tugas dan pekerjaan yang dilaksanakan. Juga pikirkanlah apa yang paling kita paling suka kerjakan di waktu luang. Seringkali kita mendapatkan insight dari hal-hal yang kita suka lakukan di luar waktu kerja.

Kedua, lakukanlah penilaian secara jujur mengenai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Review semua prestasi di masa lalu. Komentar-komentar dari atasan, rekan kerja, teman, dan keluarga dapat pula menjadi petunjuk yang berharga.

Ketiga, pertimbangkanlah berbagai pilihan-pilihan yang ada. Mungkin masih terdapat opsi-opsi yang belum ditelusuri sebelumnya, seperti peluang untuk promosi jabatan, atau profesi-profesi tertentu dimana kita dapat mengembangkan minat dan kemampuan yang dimiliki. Bicarakanlah masalah tujuan karir dan tujuan personal yang dengan orang-orang yang tepat. Jika kita masih bekerja di suatu perusahaan, diskusikanlah bagaimana caranya agar perusahaan dapat memberikan dukungan.


Sumber : Unknown Internet Source