Selasa, 17 Agustus 2010

65th Indonesia ; JANGAN HINA IBUKU, DIA TIDAK BERSALAH !!!

MAAFKAN KAMI IBU, ANAK-ANAKMU YANG TIDAK BERBAKTI DAN BELUM MAMPU MENJAGA NAMA BAIKMU DIMATA DUNIA........

Tepat hari ini Indonesia kita berusia 65th. Well, sebenarnya usia Indonesia sendiri lebih daripada itu, hanya saja 65th adalah usia Indonesia menghirup udara kemerdekaan dari penjajahan bangsa-bangsa asing.

Sebenarnya pula, jauuuuuuhhhhhhh sebelum masa penjajahan belanda selama 3,5 abad dan Jepang selama 3,5 tahun dan Portugis atauun Spanyol dan lain-lainnya, Bumi Indonesia pernah menghirup udara kebebasan. Bahkan menjadi pemimpin dari berbagai bangsa tetangga kita. Hidup makmur, berbudaya dan penuh kerukunan. Semua itu sering sekali diceritakan beulang-ulang dalam kisah-kisah sejarah kuno bumi pertiwi ini.

Karena keramahan, kekayaan dan kebudayaan kita yang indah, membuat kita naik begitu tinggi dan terlihat oleh semuanya. Karena semua itu pula, banyak pihak yang ingin mengeruk keuntungan bagi diri mereka sendiri.

Karena keramahan kita, gampang didekati oleh orang lain. Bahkan karena ke-naif-an kita, seringkali menjadi senjata ampuh untuk di adu domba. Well, masa lalu sudah menceritakan semuanya. Dengan demikian, pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan bebas melaksanakan misinya dan mengeruk kekayaan kita perlahan-lahan. Kita sendiri terlalu sibuk memikirkan strategi untuk tidak kalah dari pihak-pihak yang sebenarnya tidak berbahaya.

Sampai dengan saat ini Indonesia kita masih menjadi perhatian dunia. Pulau-pulau kita begitu banyak dan lebih indah daripada pulau-pulau tujuan wisata di bagian dunia lain. Hanya kurang penataan dan sarana aja baik transportasi maupun penginapan yang memadai, well selain promosi ya barangkali. Selain itu sering sekali karena minimnya informasi, dunia pariwisata Indonesia seringkali tercoreng dengan penipuan-penipuan kecil oleh calo dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kebudayaan kita sangat indah dan saya rasa sangat menjual, terbayang setiap kali kita jalan-jalan keluar negeri akan disuguhi pertunjukan baik group kecil maupun kolosal kebangsaannya. Sebut saja pagelaran kolosal di Candi Prambanan, dan masih banyak lagi. Sayangnya, banyak dari kebudayaan tersebut mulai luntur karena kurangnya perhatian dari generasi muda, atau mungkin sarana yang dapat membuat generasi muda merasakan perlunya memahami budaya bangsa. Sering sekali setelah ditiru bangsa lain bahkan di klaim bangsa lain, baru ada reaksi yang mengikuti. Walaupun saya sendiri ragu apakah para pelaku demo sebelum atau setelahnya kemudian mempelajari kebudayaan tersebut dan berusaha memperkenalkannya pada dunia atau minimal sering-sering mempertunjukkannya pada dunia.

Budaya hanya bisa dicuri atau di klaim karena pihak yang dipertontonkan tidak pernah tahu tentang itu sebelumnya. Saya jadi ingat dengan plagiat tulisan di majalah-majalah anak-anak langganan saya semasa kecil dulu. Setiap sekian edisi, pasti disurat pembaca ada saja yang mengeluhkan tentang sebuah tulisan, cerpen ataupun puisi.

Kekayaan alam kita begitu melimpah, hanya perlu penanganan yang lebih serius, orang-orang yang lebih ”pintar” dan sarana industri yang baik. Sering sekali kita kaget dengan hasil akhir satu benda yang bahan dasarnya terbuang percuma di sekeliling kita.

Banyak orang yang mengidentikkan kemerdekaan dalam berbagai bidang. Banyak pemimpin dan politikus saling serang dan adu argumen untuk menunjukkan siapa yang lebih peduli. Bahkan dalam siaran televisi asing, berita tentang Indonesia tidak banyak yang berbobot antara lain isu film panas artis, teroris, multilasi dan perampokan disertai pembunuhan, bencana alam dan masih banyak lagi yang menakutkan.

Well, pernah melihat siaran TV tentang Israel dan Palestina? Kira-kira bagaimana membayangkan diri kita didalamnya? Well, walaupun pemberitaan tentang Indonesia tidak seburuk itu, tetapi kurang lebih hampir sama-lah tanggapan masyarakat Internasional tentang negeri kita.

Bila hari ini ada masyarakat kita yang masih dalam kesusahan, bila hari ini korupsi masih merajalela, bila hari ini teroris senang menjadikan basisnya di negeri kita, bila hari ini pelanggaran norma dan pelecehan seksual serta penjualan anak dan wanita suka memata-matai mangsa di negeri kita, bila ada peledakan gas elpiji dimana-mana, perampokan dan pembunuhan oleh rompak jalan raya, bila ada kolusi dan nepotisme yang masih susah dicabut akar-akarnya, bila ada masalah hukum masih dikibulin sama para penjahat, bila ada anak-anak terlantar dijalan maupun bawah jembatan, bila ada penyakit aneh yang merajalela, bila ada masyarakat kita yang masih belum bisa membaca dan menulis, bila ada keraguan dan curiga antara saudara sebangsa, bila ada ketidak adilan yang terjadi,

TOLONG!!! JANGAN HINA INDONESIAKU, DIA TIDAK BERSALAH, PELAKUNYA YANG BERSALAH. DIA JUGA SUDAH LELAH MENANGIS SETIAP HARI SEPERTI IBU YANG MERINDUKAN PUTRANYA YANG HILANG. DIA INGIN INDONESIA KEMBALI DALAM KEJAYAAN BANGSA DAN NEGERI YANG INDAH DIMANA SEMUA ANAK-ANAKNYA BANGGA, BENAR-BENAR BANGGA UNTUK BERDIRI MENGENAKAN ATRIBUT INDONESIA DIDALAM DAN DILUAR DIRI KITA SAMPAI DALAM TULANG-TULANG KITA, MENGALIR DALAM SETIAP DARAH KITA,

ANAK-ANAKNYA YANG HILANG......... KEMBALILAH,

KEMBALIKAN INDONESIA YANG DULU UNTUK BERJAYA DAN BERDIRI DENGAN GAGAH DAN BANGGA DIMATA DUNIA KARENA MEMANG KITA PANTAS UNTUK BANGGA, INDONESIA TELAH MENJADI IBU PETIWI KITA.

DIA MENUNGGU DISANA, KELELAHAN DAN PENUH KEPEDIHAN........

NAMUN SAYA YAKIN DIA MASIH PERCAYA KEPADA KITA, ANAK-ANAK BANGSA,....... YANG AKAN KEMBALI PADANYA........

DIRGAHAYU INDONESIAKU,

MAAFKAN KAMI IBU, ANAK-ANAKMU YANG TIDAK BERBAKTI DAN BELUM MAMPU MENJAGA NAMA BAIKMU DIMATA DUNIA........

Surabaya, 17 Agustus 2010


Atas nama Anak Bangsa,
Irfan Utamin 

Minggu, 18 Juli 2010

JK Rowling and The Sorcerrer Pen

Harry Potter, cerita yang awalnya ditujukan kepada anak-anak, ternyata meledak penjualannya dan disukai berbagai kalangan usia. Tetapi yang lebih menarik adalah kisah pengarangnya dalam meniti karirnya, yang berakhir sebagai penulis yang sukses. J.K. Rowling, pengarang Harry Potter, mengawali karirnya sebagai seorang peneliti dan sekretaris bilingual Amnesty International. Dalam menjalani profesinya sebagai sekretaris, muncullah ide cerita tentang seorang anak laki-laki yang masuk ke dalam sekolah khusus bagi para calon penyihir. Tepatnya pada saat ia menanti kereta api jurusan Manchester dan London yang tertunda keberangkatannya. Setelah sampai di tujuan, ia langsung mulai menulis idenya tersebut.

Kemudian Rowling pindah ke Porto, Portugal untuk menjadi guru bahasa Inggris. Sempat menikah dengan seorang wartawan Portugal dan memiliki seorang anak, Rowling kemudian bercerai dan tak lama kemudian pindah ke Edinburgh, Skotlandia, di mana ia harus hidup sebagai orangtua tunggal dan hanya mengandalkan tunjangan pengangguran sebagai sumber penghasilannya.

Pada tahun 1995, ia menyelesaikan naskah pertama novelnya, Harry Potter and the Philosopher Stone. Pada mulanya buku ini ditolak oleh berbagai penerbit, sampai akhirnya diterima oleh penerbit berskala kecil yang bernama Bloomsbury. Dua tahun kemudian, Bloomsbury menerbitkan cerita Harry Potter and the Philosopher Stone dengan jumlah cetakan pertama hanya sebanyak seribu kopi, lima ratus kopi diantaranya didistribusikan ke berbagai perpustakaan. Lima bulan kemudian, buku ini memenangkan penghargaan pertamanya, A Nestle Smarties Book Prize. Kemudian buku ini juga mendapatkan penghargaan British Book Award for Children’s Book of the Year yang prestisius. Tahun berikutnya, Scholastic Inc., sebuah penerbit di Amerika Serikat (AS), menerbitkan The Philosopher Stone dengan judul Harry Potter and the Sorcerer’s Stone. Sukses dengan buku awalnya, Rowling melanjutkan penulisan buku-buku serial Harry Potter berikutnya, yang seperti kita tahu juga sukses dalam penjualan dan memenangkan berbagai penghargaan. Rowlings yang tadinya berprofesi sebagai seorang guru dan sempat jadi pengangguran telah sukses menjadi penulis.

Bagi pendaki tangga karir, kisah perjalan karir Rowling bisa menjadi cerita yang lebih menarik ketimbang tokoh ciptaannya. Sebuah inspirasi yang menarik, bahwa karir tidak harus dibangun dalam lingkup formal organisasi. Kesuksesan Rowling diperoleh, justru karena dia sempat terlunta-lunta tanpa kejelasan masa depan karirnya. Pada saat ia sedang mengalami kesulitan, ia menemukan minatnya dalam penulisan buku anak-anak, yang kemudian menjadi karir impiannya. Tentu diperlukan tabungan emosi

Kita sering merasa takut pada saat memutuskan untuk membangun karir dalam bidang tertentu. Takut terhadap resiko yang akan dihadapi. Takut melangkah setelah mendengar komentar-komentar negatif mengenai karir impian kita. Atau kita takut melangkah karena merasa kondisi finansial yang kurang baik, pendidikan yang tidak sesuai, masalah umur, fisik, dan lain sebagainya. Atau takut persaingan. Tapi intinya adalah takut mengalami kegagalan.

Saat kita membiarkan berbagai keyakinan negatif mempengaruhi kita, maka sebenarnya kita sedang membangun tembok yang tinggi untuk mencapai apa yang kita inginkan. Jika seseorang yakin bahwa ia tidak mampu untuk berhasil dalam suatu bidang karir, keyakinan ini akan memiliki dampak terhadap perilakunya. Misalnya saat ia harus menghadapi wawancara pekerjaan. Ia dihantui kecemasan jika mengatakan yang salah dan menjadi kurang percaya diri. Ia mengatakan hal-hal yang menurut pikirannya ingin didengar oleh pewawancara. Hal ini menjadikan hilangnya kesempatan meraih karir impiannya, dan menjadi pembenaran atas keyakinannya. Apa akibatnya? Ia akan melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari.

Oleh karenanya jika ingin berhasil dalam karir yang diimpikannya, seseorang harus mengubah keyakinan dan perilakunya. Seperti yang dilakukan oleh Rowling, tidak menyerah meskipun naskah bukunya pada saat-saat awal ditolak oleh berbagai perusahaan penerbitan. Ia tetap berusaha maju mengalahkan rasa takutnya terhadap ketidakmungkinan akan keberhasilan. Mengubah perilaku yang ada memang tidak selalu mudah. Namun jika hal-hal yang kita lakukan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, mungkin perilaku yang baru hasil perubahan yang dilakukan akan mampu mewujudkan karir yang diimpikan.

Memang akan terdapat suatu saat dimana seseorang tidak lagi yakin apakah hal yang dilakukannya akan membawa hasil. Ini adalah hal yang normal. Namun keberhasilan hanya akan dicapai bagi mereka yang tetap memiliki keyakinan dan mewududkan keyakinan tersebut dengan terus berusaha.

Agar dapat mengalahkan rasa takut yang menjadi penghalang dalam kemajuan karir, tentu harus memperhitungkan resiko-resiko yang mungkin akan dihadapi, tidak hanya berbekal keyakinan. Saat merencanakan usaha-usaha menggapai karir yang diimpikan, seperti yang dikatakan oleh Messmer, perlu dipertimbangkah hal-hal berikut ini.

Pertama, minat. Pertimbangkanlah dengan hati-hati mengenai hal-hal apa saja yang paling disukai dalam sebuah pekerjaan Ini akan membuat kita dapat mengambil keputusan yang lebih baik menentukan langkah karir selanjutnya. Pertimbangkanlah tugas-tugas apa saja yang memberikan kita kepuasan terbesar dan buatlah penilaian apakah terdapat semacam pola dalam tugas-tugas dan pekerjaan yang dilaksanakan. Juga pikirkanlah apa yang paling kita paling suka kerjakan di waktu luang. Seringkali kita mendapatkan insight dari hal-hal yang kita suka lakukan di luar waktu kerja.

Kedua, lakukanlah penilaian secara jujur mengenai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Review semua prestasi di masa lalu. Komentar-komentar dari atasan, rekan kerja, teman, dan keluarga dapat pula menjadi petunjuk yang berharga.

Ketiga, pertimbangkanlah berbagai pilihan-pilihan yang ada. Mungkin masih terdapat opsi-opsi yang belum ditelusuri sebelumnya, seperti peluang untuk promosi jabatan, atau profesi-profesi tertentu dimana kita dapat mengembangkan minat dan kemampuan yang dimiliki. Bicarakanlah masalah tujuan karir dan tujuan personal yang dengan orang-orang yang tepat. Jika kita masih bekerja di suatu perusahaan, diskusikanlah bagaimana caranya agar perusahaan dapat memberikan dukungan.


Sumber : Unknown Internet Source

Sabtu, 17 Juli 2010

Who Am I

Nggak gampang untuk terus berpikir positif selama diri kita dalam keadaan terjepit ataupun kesusahan.

Nggak gampang pula untuk terus percaya akan sebuah harapan dimana jelas-jelas kehidupan kita jauh dari apa yang kita inginkan.

Untuk ini saya punya cerita bagus yang mungkin bisa menginspirasi kita semua. Saya sendiri nggak yakin saya dapat melakukannya seandainya berada diposisinya, dan bahkan tidak mau berpikir sama sekali kearah sana. Namun kisahnya menarik untuk diceritakan.

Ini adalah cerita tentang seorang tahanan di dalam sebuah camp kerja paksa.Waktu itu ada suatu perang, suatu kelompok tahanan ditahan oleh paraserdadu dan mereka semua setiap hari disiksa. Tapi ada satu orangtahanan yang tahan terhadap siksaan, dia bukannya mengeluh, setelahdisiksa dia bukannya menangis, dia tidak menjerit tapi yang dia lakukan adalah pada saat disiksa dia hanya diam, menggertakan gigi menahan siksaan tersebut dan kemudian setelah siksaan itu berakhir, waktu dia kembali ke selnya, dia akan bersenandung dan besok pagi pada waktu semua tahanan berkumpul di tengah lapangan, dia akan berjalan ke tengah lapangan dan dia akan menyanyi, dia akan mengambil gitarnya, dia akan memainkan lagu-lagu yang indah, lagu-lagu yang ceria, dia katakana "Hidup ini indah".

Dia terus memberikan pengharapan pada orang-orang yang ada di sekitarnya.Para penjaga marah melihat kelakuan orang tersebut, mereka merasa orang tersebut melecehkan, tahanan yang kurang ajar, makanya mereka memutuskan untuk mengambil alat musik tersebut, sebuah gitar kecil. Besoknya apa yang terjadi?

Tahanan tersebut kembali ke tengah lapangan, kali ini tanpa gitar, tapi kali ini dia cukup hanya bernyanyi saja. Suaranya tidak merdu tetapi dinyanyikan dengan jiwa, terasa begitu menyentuh. Dia terus menyanyi, menyanyi, menyanyi. Dan saat itu para penjaga menjadi sangat marah sekali, mereka bergegas mendatangi orang tersebut dan dia langsung dihantam, dipukul, ditendang, disakiti. Besoknya, masih dengan wajah yang bengkak-bengkak dengan tubuh yang kebiruan, dia kembali ketengah lapangan dan dia kembali menyanyikan lagu yang sama.

Penjaga menjadi sangat marah sekali, akhirnya mereka mengambil orang tersebut,menyeretnya dengan memegang rambutnya, lalu mereka mengeluarkan sebuah pisau dan memotong lidahnya. Mereka berkata, "Saat ini lidahmu aku potong, dengan demikian kamu tidak bisa menyanyi lagi."

Anda tahu apa yang dilakukan orang tersebut keesokan harinya? Keesokan harinya dia berjalan ke tengah lapangan, dengan rasa sakit yang luarbiasa dan darah bercucuran dimana-mana, dia sudah tidak bisa menyanyi,tapi apa yang dia lakukan? Yang dia lakukan adalah dia menepuk-nepukkan tangannya.

Dan Anda tahu? Para penjaga begitu marahnya, para penjaga begitu tersinggung, mereka langsung serentak berlari ke arah tahanantersebut, dan mereka mengeluarkan sebilah pedang dan mereka menebas kedua tangan itu, putus. Akhirnya teman-temannya menolong tahanan yang sudah kehilangan kedua tangannya. Pada saat terseret, orang tersebut masih tersenyum.

Dalam kesakitan dia masih tetap tersenyum. Dia diobati oleh teman-temannya. Anda tahu apa yang terjadi keesokan harinya? Keesokan harinya, para penjaga terpaku melihat pemandangan di tengah lapangan, mereka memandang ke tengah lapangan dengan mulut terbuka,dengan penuh kekaguman, mereka melihat tahanan tersebut tanpa lidah,tanpa tangan, dia menari dengan badannya, dan dari tariannya, dari gerakannya, orang seakan-akan mendengarkan nyanyian yang sangat merdu.

Sebuah nyanyian tentang kebebasan.Anda mengerti apa maksud dari cerita ini? Dan ini adalah kisah nyata Saudara. Kisah nyata tentang seorang yang tidak membiarkan kebebasannya, kemerdekaannya, dan kebahagiaannya dirampas oleh orang lain. Karena dia sangat mengerti bahwa yang namanya kebahagiaan, bahwa yang namanya kebebasan, bahwa yang namanya kemerdekaan, kemerdekaan akan rasa tersiksa, kemerdekaan akan rasa terjajah, itu adalah hak dari setiap orang. Anda mempunyai hak untuk menjadi orang yang luar biasa. Anda memiliki hak untuk menjadi orang yang bisa dibanggakan.

Bila segala sesuatunya telah hilang dari diri kita, yang jelas kita masih "kita". So just learn how to be better and do the best.

Get Your Freedom & Make Your Dreams Come True! Best Regards

Sumber : Unknown.

Kamis, 08 April 2010

Roda Kehidupan

Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari-jarinya. Ia tampak sedih. Tanpa jari-jari yang lengkap, tentu, ia tak bisa lagi berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang ketika melintasi hutan. Karena terburu-buru, ia melupakan, ada satu jari-jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemana kah hendak di cari satu bagian tubuhnya itu?

Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak-jejak yang pernah di tinggalkannya. Perlahan, di tapakinya jalan-jalan itu. Satu demi satu diperhatikannya dengan seksama. Setiap benda di amati, dan di cermati, berharap, akan di temukannya jari-jari yang hilang itu.

Ditemuinya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga-bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. Dan dilewatinya lagi semua batu-batu dan kerikil-kerikil pualam. Hei….semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang kencang, semua hal tadi cuma berbentuk titik-titik kecil. Semuanya, tampak biasa, dan tak istimewa. Namun kini, semuanya tampak lebih indah.

Rerumputan dan ilalang, tampak menyapanya dengan ramah. Mereka kini tak lagi hanya berupa batang-batang yang kaku. Mereka tampak tersenyum, melambai tenang, bergoyang dan menyampaikan salam. Ujung-ujung rumput itu, bergesek dengan lembut di sisi sang roda. Sang roda pun tersenyum dan melanjutkan pencariannya.

Bunga-bunga pun tampak lebih indah. Harum dan semerbaknya, lebih terasa menyegarkan. Kuntum-kuntum yang baru terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak-kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.

Dengan perlahan, dilanjutkannya kembali perjalanannya. Kini, semut dan serangga kecil itu, mulai berbaris, dan memberikan salam yang paling semarak. Kaki-kaki mereka bertepuk, membunyikan keriangan yang meriah. Sayap-sayap itu bergetar, seakan ada ribuan genderang yang di tabuh. Mereka saling menyapa. Dan, serangga itu pun memberikan salam, dan doa pada sang Roda.

Begitu pula batu dan kerikil pualam. Kilau yang hadir, tampak berbeda jika di lihat dari mata yang tergesa-gesa. Mereka lebih indah, dan setiap sisi batu itu memancarkan kemilau yang teduh. Tak ada lagi sisi dan ujung yang tajam dari batu yang kerap mampir di tubuh sang Roda. Semua batu dan pualam, membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanan. Setelah lama berjalan, akhirnya, ditemukannya jari-jari yang hilang. Sang roda pun senang. Dan ia berjanji, tak akan tergesa-gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melakukan tugasnya.

Begitulah hidup. Kita, seringkali berlaku seperti roda-roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat-saat indah, yang terlewat di setiap kesempatan. Ada banyak hal-hal kecil yang sebetulnya menyenangkan. Namun, kita lewatkan begitu saja karena terburu-buru dan tergesa-gesa.

Hati kita, kadang terlalu penuh dengan target-target, yang membuat kita hidup dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah-langkah kita, kadang selalu dalam keadaan panik dan lupa bahwa di sekitar kita banyak sekali hikmah yang perlu di tekuni.

Seperti saat roda yang terlupa pada rumput, ilalang, semut dan pualam, kita pun sebenarnya sedang terlupa pada hal-hal itu. Coba susuri kembali jalan-jalan kita. Cermati, amati, dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Runut kembali perjalanan kita.

Adakah kebahagiaan yang terlupakan? Adakah keindahan yang tersembunyi dan tidak pernah kita nikmati? Kenanglah ingatan-ingatan masa lalu. Susuri dengan perlahan. Temukan keindahan itu!!

Sumber : resensi.net

Selasa, 30 Maret 2010

Volvo Menjadi Milik Perusahaan China


Perusahaan otomotif China, Zhejiang Geely Holding Group, Minggu 28 Maret 2010, melakukan pembelian prestisius. Produk yang mereka beli adalah merek terkenal buatan Swedia, Volvo.

Sebelumnya, Volvo dikuasai oleh produsen otomotif Amerika, Ford Motor. Namun, berdasarkan kesepakatan Minggu kemarin, Ford akhirnya bersedia menjual Volvo kepada Geely senilai US$1,8 miliar. Ini merupakan bagian dari misi ambisius Geely untuk memperluas bisnisnya di Eropa.

Volvo merupakan merek yang sudah dikenal reputasinya sebagai salah satu mobil yang paling elegan asal Eropa. Volvo pun dikenal memiliki tingkat keselamatan dan kualitas yang terjamin.

Maka pembelian Volvo oleh Geely ini dipandang sebagai momentum yang tepat, mengingat China sejak tahun lalu sudah diakui sebagai pasar otomotif terbesar, mengalahkan AS.

Geely pun berambisi masuk dalam persaingan global dengan membeli merek asing yang sudah bereputasi sehingga dapat berpengaruh pada transfer teknologi sekaligus melakukan ekspansi di pasar manca negara.

Harga Volvo yang dibeli Geely dari Ford tergolong rendah, yaitu US$1,8 miliar. Bandingkan dengan kocek yang harus dirogoh Ford saat menguasai Volvo pada 1999, yaitu US$6,45 miliar.

Di tengah krisis ekonomi yang melanda AS dan banyak negara, Ford pada 2008 memutuskan untuk menjual Volvo. Ford memilih berkonsentrasi pada produk-produk inti, yaitu Ford, Lincoln, dan Mercury.

"Kami pikir ini merupakan harga yang wajar untuk bisnis yang baik. Kami turut senang dengan kesepakatan yang dicapai dengan Geely," kata Kepala Eksekutif Keuangan Ford, Lewis Booth.

Kesepakatan jual-beli Volvo ditandatangani oleh eksekutif Ford dan Presiden Geely, Li Shufu, yang disaksikan oleh Menteri Industri dan Teknologi Informasi China, Li Yizhong, dan Menteri Wirausaha dan Energi Swedia, Maud Olofsson.

Geely menyatakan tetap mengoperasikan pabrik Volvo di Swedia dan Belgia. Namun, Geely juga berencana membuka fasilitas produksi baru di China. Kendati sudah bagian dari Geely, manajemen Volvo dijamin tetap independen.

"China, sebagai pasar mobil terbesar di dunia, akan menjadi rumah kedua bagi Volvo. Mobil ini akan diposisikan sebagai merek premium terkemuka di dunia dan memanfaatkan peluang untuk masuk ke pasar di China yang berkembang pesat," kata Li.

Sumber Tulisan : VIVAnews By Renne R.A Kawilarang - Senin, 29 Maret

Pandangan pribadi :

Sungguh luar biasa berita ini. 10 Tahun yang lalu China dikenal sebagai penghasil barang rongsokan. Well, anda pasti masih ingat dimana hampir jarang kita melihat sepeda moor China di jalan raya, banyak orang ang "emoh" menggunakan barang elektronik dan otomotf asal China dan banyak perusahaan sejenis bahkan ikut menggunakan momentum tersebut untuk mempertahankan merk mereka yang hari ini kian tergusur.

Hampir 20tahun yang lalu dimana setiap orang membicarakan wisata China serasa bergidik karena walaupun mereka telah berusaha memoles keindahan negerinya yang begitu luas dan penuh dengan wisata alam, namun tertutup dengan begitu "kotornya" daerah wisata bahkan termasuk pusat kotanya sendiri. Jamban yang bau dan tidak terawat, sampah dimana-mana da masih banyak sekali kekurangannya.

Well, tahun kemarin mereka berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa di Olimpiade China mungkin adalah Oimpiade terbaik dan ter-ter yang lain dan menunjukkan China sudah tidak sama dengan kondisi 20 tahun yang lalu.

Wah-wah, bahkan wisata China hari ini termasuk yang paling favorit selain Eropa dan Jepang.

Hampir 30 Tahun yang lalu ketika banyak perantauan Tionghoa yang mengunjungi saudara-saudaranya di kampung halaman nenek moyangnya di China akan bertemu dengan keluarga yang miskin dan sangat kesulitan dalam semua bidang. Sehingga dengan sangat sedih merasa begitu trenyuh dengan keadaan saudara-saudaranya yang sedarah.

Namun hari ini bila anda mampir kesana, walaupun masih banyak masyarakat yang bukanlah oran-orang yang kaya, namun mereka cukup "mapan" dalam artian level yang berbeda.

Pemerintahan yang unik dengan systim yang unik serta secara keseluruhannya yang tidak mudah untuk dibayangkan telah di"lakoni" oleh China.

Hari ini dia termasuk negara besar yang menguasai begitu banyak bidang. Bahkan termasuk yang paling ditakuti karena seringkali kekuatannya dianggap mampu menghancurkan kekuatan yang lain, well contohnya saja dibidang ekonomi mulai fashion, elektronik, otomotif dan lain-lainnya.

Ibarat ulat jelek yang telah mulai bertransformasi untuk menjadi kupu-kupu yang indah. So, bagaimana posisi kita?

Saya tidak tahu. Tetapi daripada pusing untuk mempertahankan agar kita tidak mengalami kebobolan-kebobolan yang bertambah besar, saya lebih prefer untuk berpikir sebaliknya. Belajarlah dengan apa yang telah dia lakukan.

Puluhan tahun yang lalu Jepang pernah menjadi bangsa peniru yang paling hebat. Ada saatnya dimana semua orang pernah ragu untuk menggunakan barang Jepang karena meragukan kualitasnya. Mereka meniru dari Eropa dan Amerika. Namun sekitar 20 tahun yang lalu barang-barang Jepang tidak terkalahkan. Sedikitnya di rumah orang tua kita dulu memiliki 5 item buatan Jepang, sebut saja Blender, Kompor gas, Kipas Angin, Sepeda Motor/Mobil, Televisi/Tape.

China melakukan hal yang sama tepat 20 tahun yang lalu saat Jepang berada di puncak kejayaannya. Dan hari ini tepat 20 tahun kejayaannya. So, Eropa-Amerika-Jepang dan China telah mengalami masa puncak kejayaannya.

PERTANYAANNYA ADALAH :

AKANKAH INDONESIA NEGERI KITA TERCINTA MENGALAMINYA 20 TAHUN LAGI?


Itu semua tergantung dari ap yang kita siapkan hari ini. Dan, apakah kita ingin jadi pemain atau penontonnya? Silahkan anda pilih sendiri!

Semoga sukses selalu bertabur dalam setiap jalan yang kita lalui, sukses selalu buat anda dan saya,


Irfan Utamin

Jumat, 12 Maret 2010

Tentang Penyesalan

Segala penyesalan di dunia ini dimulai dari kata Ru Guo (Mandarin), If (inggris) dan Jika (Indonesia). Sebenarnya penyesalan adalah buah dari pilihan kita tanpa pemikiran lebih lanjut atau berubahnya pikiran kita karena adanya pilihan lain yang kita anggap "Lebih baik".

Dan kata ini juga akan menentukan langkah kita berikutnya, yang mana adalah lebih penting daripada penyesalan itu sendiri. Jadi apakah langkah kita hari ini?
Apakah akan menghasilkan kata ini lagi dimasa depan ataukah sesuatu yang luar biasa?
Karena hari ini kita masih punya pilihan untuk menjalankan hidup dengan optimis dan penuh syukur serta percaya pada kemampuan kita,

~ By Irfan Utamin ~

Jumat, 05 Maret 2010

Don't Worry, Be Happy

Sometimes just being believe in something that you think right, will make you stronger and happier. Just remember if those things become wrong or going somewhere different than your hopes, remaind yourself that's allright. You can have another one, because you're still alive and the important is......

you're still you

~ By Irfan Utamin ~