Kamis, 14 November 2013

Kesadaran.......

Nasib semua orang berbeda, Setiap orang tidak dapat memilih dimana kehidupannya dimulai. Saya sendiri sebenarnya lebih memilih menjadi Superman yang punya kekuatan super dan bisa melakukan apa saja atau mungkin Pangeran dari keluarga kerajaan yang berlimpah kekayaan, hehehe.

Tapi saya dipilihkan Tuhan menjadi seorang Irfan yang lahir dari Papa-Mama saya yang manusia biasa, bukan keluarga Superman atau Kerajaan, walaupun begitu mereka selalu mendahulukan kebutuhan anak-anaknya dan berharap yang terbaik bagi kami, dan bahkan hingga hari ini terus memperhatikan kami dan selalu ingin menjadi bagian dari suka duka kami.

Life can't always be perfect, but love can make anything easier and perfect as the way it is. Even it's not Father's day, Mother's day, even any birthday nor any anniversary, I just want to thank and praise for this beautiful, warm and nice day for realize all of those things.

Sekolah Kehidupan

Suatu hari seorang murid dan Gurunya berjalan menuruni gunung menuju ke kota. Di dalam perjalanan, mereka menemukan anak sungai yang aliran airnya tidak terlalu deras. Saat itu Sang Guru melangkahi sungai dengan sangat mudahnya meski sungai tersebut cukup lebar.

Sang murid yang melihat hal tersebut sangat kagum dengan gurunya. Gurupun memintanya untuk mengikuti langkahnya. Murid itu merasa tidak mampu melangkahi sungai tersebut hanya dengan satu langkah lebar, maka ia pun berjalan mundur dua langkah dan berlari kecil melompati sungai tersebut. Hap! Ia pun berhasil melompati sungai tersebut.

Semakin jauh perjalanan, rintangan yang dihadapi pun semakin berat. Murid itu mengikuti gurunya di belakang dengan sangat hati-hati.

Tibalah mereka di sebuah jurang yang cukup terjal, namun tidak terlalu lebar. Di ujung jurang tersebut Sang Guru melangkahkan kaki dengan yakin dan pasti berhasil menyeberangi jurang. Sang murid yang melihatnya sangat terkejut, Guru pun berkata.

“Ayo melangkahlah menuju sisi jurang ini. Lebar jurang ini sama seperti sungai yang kita lalui sebelumnya.”

Murid itu menunjukkan raut keraguan di wajahnya. Dengan seksama ia memperhatikan lebar jurang serta kedalamannya dan melihat ke belakang.

Dengan pasti ia mengambil lima langkah ke belakang dan bersiap menyeberangi jurang tersebut dengan berlari dan meloncat sekuat tenaga. Tepat sekali perhitungannya. Ia pun berhasil menyeberangi jurang berkar kecerdikannya.

Sesampainya di seberang jurang, Sang Guru mengelus lembut kepala muridnya sambil berkata, “Wahai muridku, tahukah engkau yang membedakan loncatanmu saat di sungai dan di tepi jurang? Walaupun dengan lebar yang sama, namun kau dapat melihat rintangan yang berbeda dari kedua hal. Karena itu kau mengambil langkah mundur yang lebih banyak saat loncat di tepi jurang untuk memastikan keselamatanmu.

Begitu juga dengan kehidupan. Saat tantangan hidup di depanmu lebih besar, kau harus melangkah mundur sedikit lebih banyak agar mampu mengatasi segala kemungkinan yang ada dan meloncat lebih tinggi.

Saat kamu mengalami suatu kemunduran dalam hidup, entah itu kegagalan, jatuh, dikhianati, mungkin itulah langkah mundurmu agar dapat melompat lebih tinggi dan meraih setiap kesuksesan.

Cat:
Sayang sekali dalam menghadapi cobaan dalam hidup banyak orang yang lebih suka berkeluh kesah dan "curhat" daripada duduk dan berpikir dengan tenang. Andaikatapun kita membutuhkan sebuah masukan, penting sekali untuk memilih dengan siapa kita bisa bertukar pikiran serta apa tujuan kita bertukar pikiran. Yang pasti bertukar pikiran adalah untuk maksud sebuah tujuan yang benar atau mencari kebenaran dan bukan mencari pembenaran.

Semoga bila kemudian ada masalah dan kesulitan datang menghampiri, kita bisa mendengar bisikan kesabaran bahwa sebentar lagi kesuksesan akan segera menggantikan. 

Irfan Utamin

Keputusan Elang Muda

Hari ini adalah hari penting bagi para elang muda. Selama ini elang muda selalu bergantung pada elang tua untuk menggambarkan perjalanannya. Mereka sedang mempersiapkan penerbangan pertamanya dari sarang. Membangun kepercayaan diri ternyata tak muda, apalagi ini untuk memenuhi takdir mereka yang harus bisa terbang.

“Seberapa jauh saya dapat melakukan perjalanan?” tanya seekor elang muda. “Seberapa jauh Kau dapat melihat?” Elang tua menanggapi.
 
“Seberapa tinggi aku bisa terbang?” tanya elang muda yang kedua.
“Seberapa jauh kau bisa meregangkan sayapmu?” tanya elang tua.

“Berapa lama saya bisa terbang?” tanya elang muda itu pertama.
“Seberapa jauh cakrawala?” balik tanya elang tua.

“Berapa banyak yang harus saya impikan?” elang muda pertama itu tetap bertanya.
“Berapa banyak yang bisa bermimpi?” elang tua itu tersenyum bijaksana.

“Berapa banyak yang bisa saya capai?” terus tanya elang muda kedua.
“Berapa banyak yang bisa percaya?” elang tua itu menantang.

Frustasi karena merasa diolok-olok, elang muda pertama dan kedua serempak bertanya lagi, “Mengapa Anda tidak menjawab pertanyaan kami?” “Sudah saya lakukan,” jawab elang tua.

“Ya. Tapi kau menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.”
“Aku menjawab yang terbaik yang saya bisa.”

“Tapi kau Elang Tua. Kau seharusnya tahu segalanya. Jika kau saja tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, lalu siapa yang bisa menjawabnya?”

“Kau sendiri,” elang tua itu dengan bijak meyakinkan.
“Aku? Bagaimana caranya?” kedua elang muda itu bingung.

“Tidak ada yang bisa memberitahumu seberapa tinggi kau bisa terbang atau berapa banyak kau bermimpi. Akan berbeda pada setiap elang. Hanya Tuhan dan Kau sendiri yang tahu seberapa jauh kau pergi. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tahu potensimu sendiri atau apa yang ada di hatimu. Kau sendirilah yang bisa menjawab itu. Satu-satunya hal yang membatasimu adalah imajinasimu.”

Kedua elang muda masih bingung, dan bertanya, “Apa yang harus kami lakukan?”
“Lihatlah cakrawala, lebarkan sayap, dan terbanglah.”

Elang muda pertama walaupun dalam keadaan bingung tetapi berusaha melakukan yang terbaik, dia memicingkan matanya, mengepakkan sayap mudanya yang lebar dan mulai melakukan perjalanannya terbang mengarungi angkasa. Dia meyakinkan dirinya untuk terbang dengan sepenuh hati dan sampai keujung dunia.

Sedangkan elang muda yang kedua ragu-ragu dan terbang sambil penuh dengan kecurigaan. Dia merasa bahwa elang tua terus mempermainkannya dan tidak mau memberitahu yang sebenarnya. Pikirannya penuh dengan segala tantangan yang dia percaya akan berada didepannya. Bagaimana kalau dia capai dan tepat berada diatas lautan? Bagaimana kalau dia merasa lapar dan kemudian berada diatas gurun yang gersang? Bagaimana bila dia akhirnya bertemu dengan calon pasangan hidupnya dan kemudian mereka bertelur? Bagaimana bila telur-telurnya kemudian dimakan oleh predator? Semua pikiran itu begitu memenuhi otak elangnya sehingga dia memutuskan untuk mencari tempat nyaman yang terbaik, bukan di laut, bukan di gurun dan bukan di hutan tapi tempat asal dia ditetaskan, karena menurutnya disitulah dia berasal. Dia menunggu disana bertahun-tahun dan terus melihat elang muda lainnya yang jauh lebih junior daripadanya terus mencapai cita-cita mereka.

Hingga suatu saat si elang muda pertama yang kini telah menjelma menjadi elang tua yang bijaksana kembali ke tanah kelahirannya bersama serombongan elang-elang muda lainnya. Tiba-tiba elang pertama ini menundukkan kepalanya dan memicingkan mata dan langsung mengnali teman mudanya dulu. Dia menukik dan turun sambil melambai pada elang-elang muda lainnya untuk terus melanjutkan perjalanan, dia akan mampir sebentar menyapa teman mudanya.

Begitu dia mendarat, dia langsung terkekeh dan berucap "akhirnya kita bertemu lagi sobat, kau juga pulang bersama keluargamu ke tanah kelahiranmu?" Si elang muda kedua yang kini telah menjadi elang tua terdiam sejenak dan berkata "keluargamu? Apakah semua tadi adalah keluargamu?"

Si elang tua pertama terkekeh kembali dan berkata "ya, sebagian dari mereka adalah anak, menantu dan cucu-cucuku, sisanya adalah teman dari istriku dan keluarga mereka" kemudian dia melanjutkan "mereka tertarik begitu kuceritakan tentang kampung halamanku, bertahun-tahun aku mengarungi angkasa, bertemu dengan pasangan hidup terbaikku dan menetaskan anak-anak kami, melihat mereka tumbuh dan mengajarkan hal yang sama untuk mengarungi angkasa dengan gagah" kemudian dia terdiam "oh maaf, au terlalu banyak biacara, bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan selama ini?"

"Aku.... aku tidak melakukan apapun, sejak saat si elang tua itu menyembunyikan rahasia kehidupan aku menunggu disini sehingga dapat mempersiapkan yang terbaik bila aku memiliki keluarga"

"Heh? Kamu hanya berdiam disini? Hmmm,, kamu elang pertama yang kudengar melakukan hal itu" elang tua pertama terkekeh lagi.

"Dan dimana keluargamu? Apa mereka akan segera kembali?"

Dengan malu si elang tua kedua berkata terbata-bata "aku.... aku tidak punya keluarga...." kata-kata ini membuat kening elang tua pertama berkerut "heh? Bukannya tadi kau bilang bahwa kau menyiapkan tempat yang terbaik untuk keluargamu? Kenapa sekarang kau bilang kau tidak memiliki keluarga?"

"Ya aku rasa aku salah melakukan hal ini, aku menunggu dan terus menunggu sehingga impianku datang tanpa melakukan apapun juga. Aku hanya berdiam diri berharap suatu saat nanti rahasia kehidupan akan pecahndidepan mataku dan aku siap untuk menerimanya"

"Namun ternyata elang tidak pernah ditakdirkan untuk menunggu, elang ditakdirkan untuk mengarungi dan menjadi penguasa angkasa. Terbang dengan gagah dan mencari pecahnya rahasia kehidupan. Aku iri melihat kau sahabat, kau memutuskan untuk terus terbang walau sedikit bingung. Kau percaya pada elang tua bijaksana, sedangkan aku hanya meratap dan menunggu"

"Kau tau disaat aku muda begitu banyak elang betina cantik yang menoleh kearahku. Mereka turun dan bertanya apakah aku terluka dan kubilang tidak. Aku hanya menunggu kesempatan datang. Beberapa diantara mereka ikut berdiam hingga beberapa hari namun karena tidak puas dengan menunggu, mereka kemudian mencari pengharapan baru. Sedangkan lainnya bahkan langsung pergi sesaat setelah aku bilang menunggu disini untuk kesempatan bagus"

Si elang tua pertama tertawa kemudian dia berkata "wahai sahabat, elang tidak pernah ditakdirkan untuk hidup laksana ayam, itik atau unggas biasa lainnya. Elang ditakdirkan untuk menggapai lebih tinggi. Oh maaf, anakku kembali mencariku, selamat tinggal sobat, semoga kau menemukan apa yang kau cari"

"Eeee, bolehkan aku ikut denganmu?" Tanya si elang tua kedua, "wow boleh sekali, lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Ayo sobat kita arungi angkasa ini"

Catatan:
- Siapa yang pernah men-judge kita untuk hidup layaknya ayam, itik atau unggas biasa lainnya seperti cerita diatas selain diri kita sendiri? Saya rasa tidak satupun hal di dunia yang dapat menentukan mau jadi apa kita selain diri kita sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa.
- Saya percaya bahwa setiap manusia dilahirkan sebagai pemenang ibarat Elang diatas, memiliki kesempatan hidup yang sama dan memiliki kesempatan mengakhiri hidupnya sebagai siapa. Bila kita memilih sebagai elang pertama maka kita akan bertabur dengan berkat bukan karena sekedar keberuntungan, namun karena kita berusaha sehingga dapat menggapai cita-cita dan impian kita. Bila kita memilih sebagai elang kedua, maka itupun pilihan kita. Kita sendirilah yang memilih mau menjadi apa. Namun apapun pilihan kita akan memiliki konsekuensi. Rumput tetangga mungkin terlihat lebih hijau, tetapi siapa yang tahu tagihan ledeng-nya berapa banyak? Hehehe
- Kemenangan itu bermacam-macam, ada yang menang tinju, ada yang juara kelas, ada yang menang lomba masak, ada yang menang pentas seni, ada yang menang atas kecantikannya, ada yang menang karena keunikannya (Rekor-rekor MURI), ada yang menang sebagai guru teladan, ada yang menang sebagai pemimpin terbaik, ada yang menang sebagai parents of the year, dan ada yang menang tender, ada yang menang dari penyakit, ada yang menang menahan hawa nafsu. So, dalam hal apa kita ingin kemenangan kita terjadi? Yang pasti memenangkan sesuatu BUKAN karena menunggu, namun karena berusaha yang terbaik sehingga kemenangan itu pantas buat kita.
- Putuskanlah hari ini untuk mencari rahasia kehidupan, mempelajarinya dan menaklukkannya sehingga saat masa tua datang, kita tidak pernah menyesali apa yang sebenarnya dapat kita lakukan. Karena kita telah berusaha untuk menjadikan kehidupan kita luar biasa.

Semoga berkat terus berlimpah bagi kita semua, semoga sukses selalu.

Irfan Utamin

Selasa, 03 Januari 2012

MOBIL KARYA ANAK SMK 2 SOLO - KIAT ESEMKA

"bangga dengan produk Indonesia"

Well Slogan itu terus terngiang-ngiang di kepala kita sejak hampir 1 dekade yang lalu dimana selalu muncul dalam sebuah iklan produk lokal dengan menampilkan Mbah Titik Puspa sebagai icon-nya. Alasan memilih Mbak Titik pun sampai hari ini nggak jelas, hanya saja menurut hemat saya itu karena Mbah Titik selalu mendukung penggunaan produk lokal. Termasuk saat ditanya resep awet mudanya menyebutkan salah satu produk "pupur dingin" a'la Kalimantan. Dan bukan hasil operasi atau jenis lainnya. Apakah itu yang sebenarnya? Entahlah, tapi yang pasti beliau menyebut pupur dingin dan bukan produk kosmetik International ataupun jenis perawatan kulit special yang mahal.

Slogan tersebut langsung terngiang kembali dalam ingatan saya seketika saat membaca berita menarik tentang keberhasilan seorang atau katakanlah sekelompok anak Indonesia yang sangat membanggakan. Mereka berhasil membuat Mobil karya anak bangsa yang saat ini disebut KIAT ESEMKA (hasil kerja siswa SMK 2 Surakarta & SMK Warga Surakarta bekerjasama dengan bengkel mobil Kiat Motor Klaten). Dalam hal ini saya memilih kata "membuat" dibandingkan "merakit" dikarenakan bukan saja 80% bahan bakunya adalah produk lokal Indonesia, namun berhasil menjadikan impian anak bangsa terwujud. Walaupun dari sisi desainnya masih meniru-niru atau bahasa intelek-nya terinspirasi dari produk Jepang, Korea maupun Eropa. Tapi sejujurnya, sebagian besar designer mobil pun saat ini kan biasanya "terinspirasi" juga. Jarang yang punya karya orisinil. Hehehehehe.

Ingatan kita tentu kembali di era 90-an ketika saat itu mobil Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat) sedang digembar-gemborkan. Mobil Timor akhirnya diketahui sebagai versi yang sama dari KIA SEPHIA buatan Korea Selatan namun dengan beberapa kebijakan khusus yakni dibebaskan dari pajak dan biaya-biaya lainnya. Hal ini dimaksudkan seperti mobil Proton yang di produksi di Malaysia. Namun akhirnya impian ini kandas seiring dengan kejatuhannya Rezim Orde Baru di tahun 1997 serta menyusul goncangan ekonomi di Korea Selatan yang memaksa perusahaan otomotif ini menjual sebagian besar sahamnya kepada Hyundai di tahun 1998. Well, lagipula itu memang bukan buatan dalam negeri, hanya rakitan dalam negeri saja.

Well, kembali ke produk KIAT ESEMKA. Produk ini akhirnya menjadi kebanggaan masyarakat Solo dan jelas juga membanggakan setiap anak bangsa yang mengakui Indonesia sebagai Tanah Airnya. Ada rasa yang berbeda ketika hal ini dibicarakan, didengungkan dan diangkat ke permukaan. Bahkan perhatian walikota Solo Pak Jokowi (Joko Widodo) ikut tersita. Beliau langsung ingin menggunakan mobil buatan SMK 2 ini sebagai mobil dinasnya (Mobil buatan SMK Warga digunakan oleh Wawali Solo). Salah satu hal yang membuat beliau bingung hanya bagaimana caranya menempelkan Plat AD 1 A karena belum tersedia bumper untuk tatakan plat nomor. Akhirnya solusi sementara di-lakban dulu, berikutnya baru dipasangi bumper-nya.

Jelas ini menjadi kebanggan tersendiri untuk beliau. Sebagai "Orang Tua" Rakyat Solo, maka bila ada "anaknya" yang berprestasi, akan sangat membanggakan. Sama seperti orang tua-orang tua lainnya yang bangga akan putra-putrinya yang mampu mengharumkan nama baik keluarganya. Bagaimana tidak, dari sebuah kota Surakarta bisa berhasil membuat mobil.

Bagaimana tampilannya? Well, saya pribadi suka dengan tampilannya di foto-foto yang saya dapatkan. Secara gambaran besar, bentuknya garang dan elegan serta sedikit unsur sporty dan futuristik. Secara interior sudah cukup canggih dengan Power Window, AC Dual Zone, Power Steering, Central Lock, Audio with CD, serta Sensor Parkir. Di balik kap mobil, terbenam mesin bensin 1.500 cc, dengan empat silinder plus sistem bahan bakar injeks. Mesin yang diadopsi dari mobil Timor ini, diklaim dapat menyemburkan 105 tenaga kuda pada putaran mesin 5.500 rpm.

Harganya???? Secara perkiraan Pak Jokowi bila diproduksi masal harganya sekitar Rp.95jt-an. Belum jelas apakah itu harga off the road atau on the road. Namun yang pasti, harga tersebut tergolong murah untuk mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) berkapasitas 1500 cc.

Ready Stock??? Masih perkiraan pula, dalam sebulan bisa diproduksi sekitar 9bh unit mobil KIAT ESEMKA. Namun saat ini masih belum bisa diproduksi secara massal karena masih ada beberapa bagian yang perlu dikoreksi serta di evaluasi.

Pertanyaannya adalah: Apakah saya dan anda akan membelinya? Well, hal itu belum bisa dijawab karena semua tergantung pada selera. Namun bila semua wakil rakyat serta kalangan pemerintahan menggunakan mobil dinas produksi lokal yang pasti akan membuat lapangan kerja yang semakin besar. Betapa banyak anak-anak lulusan SMK yang hari ini masih menganggur. Selain itu juga yang jelas mengurangi beban biaya negara untuk membeli mobil buatan luar plus pajak dan biaya masuknya. Selain itu akan menambah jumlah devisa negara bila someday mobil ini bisa di ekspor.

Jangan pernah meremehkan kekuatan Bangsa ini kawan-kawan :) Tidak ada satupun bangsa didunia ini yang diciptakan Tuhan hanya sebagai penonton apalagi bangsa Indonesia. Bangsa didunia diciptakan beragam agar seimbang, diciptakan berbeda agar bisa saling mengisi kekosongan dan dengan bekerja bersama-sama saling menyokong dan membangun, kita akan menjadi besar bersama. Mengharumkan nama bangsa ini dimata dunia.

Well, satu lagi impian anak bangsa telah tercapai. Membuat Mobil akhirnya bisa terwujud. Pesawat sebelumnya sudah, walaupun belum banyak digunakan oleh negeri sendiri. Elektronik? Sudah, bahkan robot pun sudah sering memenangkan kejuaraan. Game Online? juga sudah ada yang mendunia. Industri kreatif kita lumayan mendapat apresiasi di mata dunia, mulai film Laskar Pelangi sampai dengan Elfa's Singer serta animasi yang menarik khususnya buat iklan. Karena film animasi Indonesia belum ada yang benar-benar digarap secara serius.

Dengan begitu tidak ada hal yang bisa membuat kita tidak bangga akan bangsa dan Tanah Air kita yang begitu besar dan hebat. Yang benar-benar dibutuhkan saat ini tinggal sedikit lagi kebesaran hati untuk mau mengalah antara sesama anak bangsa dan tidak saling menjatuhkan, menghakimi dan mencurigai, dibutuhkan sedikit lagi kerendahan hati untuk mengakui bahwa keragaman dan kelebihan manusia lainnya itu adalah berkat yang luar biasa, serta dibutuhkan sedikit lagi pikiran positif untuk benar-benar meyakini bahwa semuanya adalah saudara setanah air yang saling menyokong dan membantu untuk mencapai impian kita yang lebih besar. Indonesia yang Jaya :)

Rabu, 28 Desember 2011

JUST DO IT!!!

Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan pernah bisa berhenti. Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari anda.

Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu. Alam telah mengajarkan ini; Jangan berhenti berkarya, atau anda segera menjadi tua dan tak berguna.

Jumat, 09 Desember 2011

CERITA KATAK KECIL & HUJAN

Seekor anak katak sangat takut saat langit tiba2 gelap. "Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba2 gelap?" ucap anak katak sambil berpegang erat pd induknya. Sang ibu menjawab dengan senyuman,

"Anakku, itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu pertanda baik." jelas induk katak. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu? " tanya si anak katak sambil bersembunyi.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya dengan tenang.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar nyambar. Kilatan cahaya putih menjadikan suasana begitu menakutkan.

"Sabar, anakku!" ucapnya. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak dengan tenang.

Anak katak itupun keluar dari balik tubuh induknya. Ia mendongak, memandangi langit yg hitam, angin yg meliuk-liuk, & sambaran petir yg begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang! Horeeee!"

Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yg tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang2 rupawan. Tidak disegarkan dgn wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang sangat ketakutan saat langit hitam, angin yang bertiup kencang, & kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yg diucapkan induk katak: Jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar & hadapi saja. Bersama kesukaran akan ada jalan.

Ibu Katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, jika TUHAN berkehendak pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan. Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

Pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita di atas ialah di balik sesuatu yang mengerikan dan menyeramkan pasti akan ada kebaikan di sana, seperti cerita di atas datangnya hujan di awali dengan sesuatu yang mengerikan seperti langit menjadi gelap, angin bertiup sangat kencang, dan petir yang menggelegar tetapi setelah itu kebaikan akan datang yaitu hujan, yang kemudian dengan hujan itu bisa mendatangkan berbagai macam kebaikan seperti hilangnya kekeringan, dapat mengairi sawah dll. Contoh lain yang bisa kita ambil ialah buah durian, jika dilihat dari manapun durian itu sangat menyeramkan, kulitnya keras berduri dan sangat tajam, tetapi coba kita lihat dalamnya sangatlah berbeda dengan keadaan di luarnya.

Pesan.. janganlah melihat / menilai sesuatu dari sudut pandang yang sempit tapi lihatlah secara keseluruhan karena sesuatu yang kita anggap tidak baik belum tentu hasil akhirnya juga akan tetap tidak baik melainkan sebaliknya

Don't ever, ever give up!!!!

Sumber: http://putratwomixs.wordpress.com/2011/01/09/anak-katak-dan-hujan

Jumat, 23 September 2011

Siti Fatima, Juara Astronomi dari Sebuah Gubuk

Gubuk itu sederhana dan berlantai tanah di tengah tegalan di Dusun Dualas, Pangongseyan, Sampang, Madura, Jawa Timur. Tidak akan ada yang menyangka jika gubuk itu dihuni seorang siswi yang baru-baru ini keluar sebagai juara nasional bidang astronomi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2011 di Manado, Sulawesi Utara.

Kemiskinan agaknya membuat Siti Fatima terpacu untuk belajar dengan rajin. Kegigihannya tidak hanya dalam belajar. Untuk berangkat ke sekolah yang jauhnya delapan kilometer, siswi kelas tiga SMA Negeri 1 Sampang ini harus berjalan kaki satu kilometer dari rumahnya karena tidak bisa dilalui sepeda motor. Setelah itu baru diantar pamannya ke jalan raya untuk selanjutnya naik angkutan ke sekolah.

Sayang, prestasi yang diraihnya di tingkat nasional dan regional di bidang astronomi kurang mendapatkan perhatian banyak kalangan. Siti Fatima hanya berharap bisa masuk Institut Teknologi Bandung jika nanti lulus dari SMA. Semoga saja, Siti yang sudah yatim dan memiliki ibu sebagai penjual ikan keliling itu bisa mengharumkan bangsa di masa depan.(ADO)

Sumber: Liputan 6.com